Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi Lakukan Evaluasi

Kompas.com - 30/10/2020, 17:07 WIB
Sejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini  wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww. ANIS EFIZUDINSejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.

MAGELANG, KOMPAS.com - Balai Konservasi Borobudur (BKB) segera melakukan evaluasi penerbangan pesawat nirawak atau drone di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hal itu menyusul peristiwa jatuhnya drone di candi Buddha terbesar di dunia itu pada 20 Oktober 2020 lalu.

"Kami akan lakukan evaluasi penerbangan drone di kawasan Candi Borobudur," kata Kepala BKB Wiwit Kasiyati, dikonfirmasi Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Meski demikian Wiwit tidak merincikan apa saja yang perlu dievaluasi. Tapi ia membenarkan jika ada drone yang jatuh di kawasan cagar budaya dunia itu.

“Bahwa benar telah terjadi jatuhnya pesawat drone di kawasan Candi Borobudur pada tanggal 20 Oktober 2020 pukul 12.28 WIB,” kata Wiwit.

Menurutnya, petugas BKB telah memeriksa, baik terhadap dampak kerusakan pada candi maupun terhadap personil yang menerbangkannya.

“Hingga saat ini tidak ditemukan kerusakan atau vandalisme yang disengaja oleh personil dimaksud,” tuturnya.

Atas kejadian itu, beberapa pihak mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengungkap ke publik karena kasus ini menyangkut pelestarian warisan nenek moyang bangsa.

Baca juga: Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Pemerhati dan Praktisi Kebijakan Heritage (Warisan Budaya), Jhohannes Marbun mengemukakan, peristiwa ini juga termasuk isu sensitif bagi masyarakat internasional karena menyangkut tanggung jawab pemerintah terhadap Candi Borobudur yang sudah menjadi warisan budaya dunia.

“Presedennya drone jatuh, berarti ada sesuatu yang alpa atau tidak dilalui secara baik dan benar. Itu satu hal yang perlu diketahui. Yang kedua, saya berpikir, apa untungnya kasus ini ditutup?" katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (28/10/2020).

"Artinya apa, ketika ini ditutup, sementara Borobudur merepresentasikan kepentingan yang lebih luas begitu juga pemerintah, kan merepresentasikan kepentingan-kepentingan publik juga,” lanjut Marbun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X