Kedatangan Polisi Ditolak Sipir, Ini Penjelasan Kepala Lapas Pekanbaru

Kompas.com - 30/10/2020, 16:40 WIB
Tangkapan latar video saat Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama ditolak petugas Lapas Pekanbaru untuk memeriksa seorang napi diduga pengendali narkotika jenis sabu, Kamis (29/10/2020). KOMPAS.COM/IDONTangkapan latar video saat Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama ditolak petugas Lapas Pekanbaru untuk memeriksa seorang napi diduga pengendali narkotika jenis sabu, Kamis (29/10/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Riau, akhirnya memberikan penjelasan terkait sipir yang menolak kedatangan polisi untuk memeriksa narapidana terkait kasus narkoba.

Penjelasan disampaikan langsung Pelaksana tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Alfonsus Wisnu Ardianto kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Ia mengakui sempat terjadi adu argumen antara polisi dari Polda Riau dengan petugas sipir.

Baca juga: Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

"Ternyata tim dari Polda Riau belum bersedia menunjukkan surat tugas, karena ingin bertemu langsung dengan pimpinan Lapas untuk menyampaikan itu (pemeriksaan napi). Seperti yang kita ketahui, sempat terjadi adu argumen," kata Alfonsus.

Ia mengatakan, sebenarnya petugas sipir sudah menghubungi pejabat terkait di Lapas Pekanbaru untuk datang ke Kantor, karena ada tamu yang ingin bertemu, yaitu tim dari Polda Riau.

Namun, karena hari itu adalah hari libur, menurut Alfonsus, pejabat datang agak lama,

"Ternyata karena libur, menjadi lama menuju kantor, sehingga mengakibatkan ketidaksabaran tim Polda Riau. Ini tidak disalahkan juga, karena mereka terlalu lama menunggu, sehingga mereka kesal dan meninggalkan Lapas," kata Alfonsus.

Dia juga mengatakan bahwa pada hari libur nasional, Lapas Pekanbaru tidak ada jam kerja untuk melayani tamu dan sebagainya.

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau datang ke Lapas Pekanbaru pada Kamis, pukul 17.00 WIB.

Kedatangan mereka untuk memeriksa seorang napi yang diduga pengendali narkotika.

"Ada dua nama yang mau dibon (pinjam), tapi cuma ada satu nama. Sedangkan nama yang satu lagi tidak ada identitasnya sama sekali di Lapas Pekanbaru. Untuk barang butki yang didapat cuma satu unit handphone, sedangkan narkobanya tidak ada," kata Alfonsus.

Baca juga: Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Namun, ia menegaskan bahwa permasalahan penolakan tim Polda Riau ini sudah selesai.

Pihkanya juga telah menyerahkan salah satu napi yang diduga pengendali narkotika untuk didalami keterlibatannya.

"Setelah kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Pak Kakanwil Kemenkumham Riau. Kemudian, Beliau pun langsung berkoordinasi dengan Bapak Kapolda Riau. Hasil koordinasi itu, meski melalui telepon, Pak Kapolda Riau sangat memahami dan memaklumi kejadian tersebut, karena kita memiliki aturan masing-masing," kata Alfonsus.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Riau hendak memeriksa seorang narapidana yang diduga menjadi pengendali narkotika di Lapas Pekanbaru.

Sayangnya, kepolisian tidak diizinkan masuk oleh petugas lapas, dengan alasan hari libur.

Pemeriksaan napi ini berawal dari penangkapan dua orang pengedar narkotika jenis sabu yang dilakukan tim Subdit IV Ditipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Ditresnarkoba Polda Riau, Rabu (28/10/2020).

Salah satu pelaku yakni Wandi (39) yang bekerja sebagai Polsuspas Lapas Pekanbaru.

Sedangkan satu pelaku lagi bernama Joko (29).

Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita 2.010 kilogram sabu dan 1.970 butir pil happy five (H5).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku peredaran sabu ini dikendalikan seorang napi di Lapas Pekanbaru berinisial S.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X