Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Kompas.com - 28/10/2020, 14:48 WIB
Ilustrasi Brimob. KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYIlustrasi Brimob.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Hukum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi mendatangi Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) untuk mengonfirmasi terkait peristiwa dugaan intimidasi oknum anggota Brimob terhadap tiga orang pemuda.

Permasalahan ini akhirnya diselesaikan secara mediasi.

"Maksud kedatangan kami Tim Hukum Aliansi Masyarakat Sipil ke Polda DIY ini untuk sekadar meluruskan, karena ada aduan dari tiga masyarakat. Mereka tanpa tahu alasan yang jelas ditangkap oleh oknum Brimob," ujar Anggota tim Hukum Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Demokrasi, Atqo Darmawan, saat ditemui Kompas.com usai dari Polda DIY, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Atqo Darmawan menceritakan kejadian intimidasi itu terjadi pada Sabtu 24 Oktober 2020. Ada salah satu pemuda berinisial D yang diajak bertemu oleh oknum anggota Brimob Polda DIY.

"Ketemunya itu tidak di Mako Brimob, tetapi di Burjo sekitar timur Mako Brimob," ungkapnya.

D merupakan admin akun Twitter band Sidekick. Pemuda ini diajak bertemu terkait dengan postingan logo salah satu follower akun Twitter Sidekick.

"Terkait postingan follower yang ada logo mirip logo Brimob yang itu dikasih nama Sidekick," tuturnya

D juga diminta untuk menunjukkan admin Twitter Sidekick lainnya yakni J dan R.

Mereka sempat diintimidasi. Selain itu juga diminta push up hingga merangkak.

"Yang kita sesalkan kan itu. Kenapa kita mengadu ke Polda karena kita mencari kepastiannya dan berlindungnya ke Polda, akhirnya sudah bertemu dan dijanjikan mediasi ke Brimob nanti malam (Selasa 27 Oktober 2020 malam)," urainya.

"Kita kan juga enggak tahu yang menangkap mereka itu oknum anggota Brimob atau bukan," imbuhnya.

Baca juga: Usai Demo, Mahasiswa di Purwokerto Mengaku Dapat Pesan Gelap Berisi Intimidasi

Setelah mendapat pendampingan dari salah satu anggota Tim Hukum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi, ketiganya dilepaskan.

Sedangkan D mengatakan, personel band Sidekick tidak tahu tentang desain logo yang di-reply oleh follower tersebut.

Personel Sidekick juga tidak pernah meminta untuk dibuatkan desain logo.

"Itu jelas merugikan band, Kita sampai di sini (Polda DIY) kan gara-gara postingan itu," imbuhnya.

D mengaku sempat ditanya terkait aksi demo di DPRD DIY pada 8 Oktober 2020. Dia juga ditanya apakah turut melempar pos polisi dan pembakaran Resto Legian.

"Kita disuruh push up dengan tangan mengepal, merangkak, KTP, HP juga disita," urainya.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda DIY Kombes Pol Imam Suhadi menyampaikan telah ada mediasi dan audiensi dengan tim kuasa hukum dan tiga orang pemuda tersebut.

Baca juga: YLBHI Nilai Langkah Polri Usut Isu Hoaks UU Cipta Kerja sebagai Intimidasi

Imam memastikan tindakan anak buahnya itu dilakukan tanpa izinnya.

"Nah ada solidaritas dari anggota saya yang tanpa kendali, tanpa izin saya, melakukan penindakan, dimarahi, push up dan merayap. Pemukulan fisik tidak ada," tegasnya.

Dalam mediasi, korban meminta ada jaminan keamanan, sehingga tidak ada lagi intimidasi.

"Intinya mereka menuntut menyampaikan minta rasa aman tidak ada intimidasi dari Brimob, saya bilang saya minta maaf selaku anggota, tetap itu kesalahan anggota saya, dan saya minta maaf walaupun latar belakangnya ada kesalahan. Saya jamin rasa aman bagi korbannya," kata Imam.

"Kita bersinergi, silaturahmi dan alhamdulillah kita sama mereka menjadi seperti saudara," imbuhnya.

Baca juga: Pemprov DIY Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Menurutnya, polisi merupakan pengayom masyarakat. Karenanya, Imam akan menindak anggota yang melakukan kesalahan. Dia juga menjamin tidak ada anggota yang melakukan hal itu lagi.

"Tadi malam dalam audiensi mereka menerima, sudah saling minta maaf dan sudah selesai," sebut Imam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Regional
Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Regional
Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Regional
Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Regional
Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Regional
Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Regional
Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram 'S' Lebih Parah dari Ekstasi

Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram "S" Lebih Parah dari Ekstasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X