Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 28/10/2020, 12:45 WIB
Area tambang galian C di perbatasan kedua desa/kecamatan dijaga petugas polisi pasca aksi penutupan oleh warga desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Luwu, Rabu (28/10/2020) MUH. AMRAN AMIRArea tambang galian C di perbatasan kedua desa/kecamatan dijaga petugas polisi pasca aksi penutupan oleh warga desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Luwu, Rabu (28/10/2020)

KOMPAS.com- Sejumlah warga menggeruduk area tambang galian C di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo, Luwu, Sulawesi Selatan.

Warga menghentikan paksa aktivitas galian C lantaran dinilai merugikan.

Adanya aktivitas galian tambang tersebut sebenarnya telah dilaporkan ke DPRD. Lantaran belum mendapatkan respons, warga menghentikan secara paksa.

Baca juga: Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Hunian dan sawah terkikis hingga sumur sumber air hilang

ilustrasi sawahshutterstock.com ilustrasi sawah
Kepala Desa Kadong-kadong Supriadi mengemukakan, warga cemas aktivitas galian C tersebut akan berdampak buruk bagi kehidupan mereka.

Lahan persawahan hingga hunian terancam terkikis jika aktivitas ini terus-menerus dilakukan.

"Ancaman dampak adalah terkikisnya rumah warga sudah dekat dengan sungai. Selain itu akses jalan bisa terputus jika tambang galian C terus dilakukan," kata Supriadi.

"Dan yang paling fatal, sumur sumber air masyarakat melalui Pamsimas bisa mengering sehingga warga bisa krisis air nantinya," lanjut dia.

Baca juga: Pemicu Longsor, Tambang Galian C di Padang Ditutup Sementara

 

Ilustrasi tambang.KOMPAS/ALIF ICHWAN Ilustrasi tambang.
Masuk tanpa pemberitahuan, DPRD tak merespons

Supriadi mengemukakan, awalnya, pihak perusahaan PT Alim Perkasa masuk ke lokasi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Tiba-tiba mereka melakukan aktivitas tambang.

"Mereka masuk tanpa ada pemberitahuan dan mengelola tambang galian C, seperti sirtu, pasir dan batu sehingga masyarakat melakukan aksi," kata dia.

Pemerintah desa sebenarnya telah melaporkan kejadian itu pada DPRD. Namun, mereka belum mendapatkan respons.

"Sebelumnya kami menyurati DPRD terkait tambang ini tapi tak ada respons dari sana," ujar Supriadi.

Pihak pengelola tambang dipersilakan pergi dari Desa Kadong-kadong dan mencari lokasi tambang galian C di desa lainnya.

Baca juga: Banjir di Sorong karena Galian Tambang, Gubernur: Izin Akan Kami Tinjau

Aktivitas tambang dihentikan

Adanya penolakan dari masyarakat membuat aktivitas tambang galian C dihentikan.

Insiden ini terjadi karena saling klaim lokasi pertambangan dua desa yakni Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat dan Desa Rumaju, Kecamatan Bajo.

“Ini permasalahan sudah tingkat kabupaten oleh karena itu kami meminta pihak kabupaten untuk turun mengecek kondisi lapangan apalagi antara Desa Rumaju dan Desa Kadong-kadong masih rumpun keluarga,” tutur Camat Bajo Amir Saleng.

Sementara itu, Camat Bajo Amran Aziz mengatakan, sebenarnya permasalahan yang timbul hanya kesalahpahaman.

“Mulanya mereka belum memahami tentang tambang sehingga ada kemelut antara dua desa, dan kami fasilitasi agar dapat menemui solusi,” sebut Amran.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir | Editor : Dony Aprian)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X