Didesak Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Bupati Banyumas: Saya Yakini Tujuannya Baik

Kompas.com - 28/10/2020, 10:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Banyumas Achmad Husein (kanan) meninjau lokasi yang dibangun Masjid Akbar Seribu Bulan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Banyumas Achmad Husein (kanan) meninjau lokasi yang dibangun Masjid Akbar Seribu Bulan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein menyatakan mendukung omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Hal itu diungkapkan Husein melalui sambungan telelon kepada para mahasiswa yang menggelar demonstrasi di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/10/2020).

"Sikap saya tetap, tidak ada perubahan bahwa saya loyal terhadap pemerintah pusat. Walaupun isinya bagaimana, saya yakini tujuannya baik," kata Husein yang sedang dalam perjalanan dari luar kota.

Baca juga: Bupati Banyumas Uji Coba Minyak Kayu Putih untuk Terapi Covid-19

Husein mengaku, tidak mengetahui secara pasti isi keseluruhan UU tersebut, karena begitu tebal dan kompleks.

"Yang diperlukan adalah analisa para ahli. Saya sudah mengumpulkan para ahli hukum dari seluruh perguruan tinggi di Banyumas. (Hasil analisanya) akan saya kirim ke presiden melalui gubernur," ujar Husein.

Dia juga mengatakan siap memfasilitasi permintaan mahasiswa untuk menggelar audiensi dengan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap.

"Akan saya undang, pertemuan bisa di sini atau di Jakarta. Tapi saya minta syarat, mahasiswa disiplin logika. Saya akan dampingi, tapi maksimal 20 orang," kata Husein.

Baca juga: Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Diberitakan sebelumnya, seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kembali menggelar demonstrasi menolak omnibus law di Alun-alun Purwokerto, Selasa.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam aliansi Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak) juga telah menggelar aksi seruap sebanyak tiga kali.

Mereka menuntut bupati dan ketua DPRD menandatangani surat pernyataan penolakan omnibus law. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Kota Medan Dikepung Banjir...

BERITA FOTO: Kota Medan Dikepung Banjir...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bermula 8 Siswa Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19 | Fakta Baru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab

[POPULER NUSANTARA] Bermula 8 Siswa Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19 | Fakta Baru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab

Regional
Fakta Baru Penggerudukan Rumah Mahfud MD, Demonstran Berteriak 'Bunuh' Jadi Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

Fakta Baru Penggerudukan Rumah Mahfud MD, Demonstran Berteriak "Bunuh" Jadi Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

Regional
Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X