Kompas.com - 28/10/2020, 10:02 WIB
Spanduk bergambar 3 Paslon Gubernur dan wakil gubernur Kaltara (istimewa) Kompas.com/Ahmad DzulviqorSpanduk bergambar 3 Paslon Gubernur dan wakil gubernur Kaltara (istimewa)

NUNUKAN, KOMPAS.com – Masa kampanye bagi pasangan calon (paslon) kepala daerah sudah berjalan sejak ditetapkan pada 26 September 2020 lalu.

Namun, Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Utara belum membagikan Alat Peraga Kampanye (APK) kepada masing-masing paslon.

Ketua KPU Kalimantan Utara, Suryanata Al Islami menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi kendala sehingga APK belum dibagikan.

Pertama desain dari paslon sering berubah-ubah serta proses lelang yang dimenangkan pengusaha luar Kalimantan yang nantinya juga berimbas pada proses pengiriman.

"Prosesnya kan harus lelang, sekarang sudah ada pemenang, sudah kita minta segera dicetak, Insya Allah kalau berdasarkan jadwal awal November 2020 langsung didistribusi. Kita sudah hubungi LO untuk menerima di kabupaten/kota," ujarnya dihubungi, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Foto Risma Boleh Dipasang di APK, Tim Eri-Armuji: Risma Simbol Keberhasilan Pembangunan Surabaya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam teknisnya, desain yang diserahkan Liaison Officer (LO) ternyata masih butuh banyak penyesuaian, seperti gambar pecah saat dicetak dan kendala lain yang terjadi.

Saat ditanya apakah keterlambatan distribusi APK mengurangi hak paslon untuk melakukan kampanye, Suryanata menegaskan, KPU selalu terbuka menyampaikan semuanya ke LO, termasuk menjelaskan ada yang belum sesuai regulasi.

"Tapi ini kan bagian yang difasilitasi KPU, sementara Paslon sudah mencetak sendiri APK dan sudah memasangnya, jadi APK KPU bukan alasan mereka tidak bisa kampanye," katanya.

Baca juga: KPU Kaji Urgensi Usul Mendagri soal Masker dan Hand Sanitizer Jadi APK

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kaltara Suriani mengatakan, paslon diperbolehkan untuk mencetak alat peraga kampanye sendiri.

"Kami bersama KPU sudah melakukan sosialisasi dan konsolidasi agar para LO masing-masing paslon memaksimalkan APK mandiri, tidak semata mengharapkan APK yang difasilitasi KPU untuk berkampanye," ujar Suriani.

Pihaknya juga akan meminta penjelasan kepada KPU terkait keterlambatan pembagian APK kepada paslon.

Seyogyanya, kata dia, KPU membuat penjelasan tertulis yang menyatakan kondisi tersebut bukan sebuah bentuk kesengajaan.

Akan tetapi, kata dia, hal itu berpulang ke KPU karena sejauh ini LO masing-masing paslon belum ada yang menyampaikan keluhan atas masalah ini.

"Karena prosesnya nasional, tentu birokrasinya sangat panjang, kenapa belum sampai di Kaltara. Itu harus mereka tuangkan dalam berita acara, artinya bukan sebuah kesengajaan untuk mengurangi hak paslon," katanya.

Diketahui, ada tiga pasangan calon gubernur yang akan berlaga di Pilkada Kalimantan Utara 2020.

Paslon nomor urut 1 yaitu Udin Hianggio yang merupakan wakil Gubernur Kaltara saat ini dan wakilnya Undundyah yang masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tana Tidung.

Keduanya diusung PKB dan Hanura.

Paslon Nomor urut 2 adalah Irianto Lamrie Gubernur Kaltara saat ini dan wakilnya Irwan Sabri sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD Nunukan.

Mereka diusung oleh Nasdem, Golkar, Perindo, PBB, PKS dan PAN serta dua partai pendukung non parlemen PSI dan Berkarya.

Paslon nomor 3 adalah Zainal Arifin Paliwang yang merupakan Jenderal Polisi eks Wakapolda Kaltara dan wakilnya Yansen Typa Padan yang saat ini menjabat sebagai Bupati Malinau.

Keduanya diusung oleh PDI-P, Gerindra, Demokrat, PPP, dan dua partai nonparlemen PKPI dan Gelora.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X