Awalnya Tinggal di Kebun karena Takut Covid-19, Nikolaus Tanam Sayur dan Kini Berpenghasilan Belasan Juta Rupiah

Kompas.com - 28/10/2020, 09:32 WIB
Foto : Nikolaus Nakung (48), warga Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, lagi santai di kebun sayur miliknya, Selasa (27/10/2020). Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Nikolaus Nakung (48), warga Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, lagi santai di kebun sayur miliknya, Selasa (27/10/2020).

MAUMERE, KOMPAS.com - Nikolaus Nakung (48), warga Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, pada Juli lalu, memilih menetap di kebun bersama istri karena takut virus corona.

Pria yang kerap disapa Niko itu menceritakan, 3 bulan lalu, ia menyaksikan tayangan di televisi terkait orang yang dirawat dan mati karena terkena virus corona.

Ia melihat virus corona meningkat tajam di seluruh Indonesia. Selain itu, di kampungnya, sudah banyak orang yang pulang dari zona merah.

Selain karena takut orang yang baru datang dari luar daerah, Niko sudah kehilangan pekerjaan pokoknya sebagai pekerja proyek.

Itu disebabkan bosnya yang adalah kontraktor tidak mendapatkan proyek di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Upacara Bendera di Bawah Laut Teluk Maumere, Penyelam Dikelilingi Hiu Putih

“3 bulan lalu itu, virus corona naik tajam sekali angkanya. Karena khawatir terkena virus, saya dan istri memutuskan tinggal di kebun. Kami pikir, di kebun paling aman dari virus karena tidak berhubungan dengan siapa-siapa termasuk orang yang baru pulang dari luar daerah,” tutur Niko, kepada Kompas.com di kebunnya, Selasa (27/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Niko melanjutkan, 2 minggu pertama di kebun, putra mereka yang sedang duduk di bangku SMA di Borong, menganjurkan agar menanam sayur di kebun yang masih kosong itu.

Sebagai orangtua, Niko menerima baik anjuran dari sang anak. Tetapi, ia tidak bisa langsung mewujudkannya.

Mereka mengalami kendala di bibit sayur. Mau ke kota untuk membeli bibit, tidak berani. Ia takut dengan wabah corona.

Suatu sore, Niko menjumpai keponakannya bernama John. John sendiri adalah alumni sarjana pertanian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.