Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Kompas.com - 27/10/2020, 22:34 WIB
Habib Bahar bin Smith saat keluar 
dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANHabib Bahar bin Smith saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Ranjeg, Cibinong, didampingi pengacara dan keluarganya, Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Namun, polisi belum menjelaskan secara lebih rinci kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Sementara itu, kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan, kasus yang kembali dipersoalkan polisi itu adalah dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir taksi online berinisial A.

"Iya dulu (sopir transportasi online) 2018 itu. Bukan santri," kata Aziz Yanuar kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Pengacara Siapkan Praperadilan

Aziz menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada 2018 di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, pelapor yang merupakan sopir online terlibat cekcok yang menyangkut masalah harga diri keluarga Bahar.

Menurut Aziz, pada saat itu akhirnya terjadi perkelahian di kediaman salah satu kerabat keluarga Bahar di sekitar Bogor.

"Kurang lebih ceritanya itu waktu itu Habib Bahar pulang ke rumah, kemudian pelapor tuh ada di rumah. Ada kesalahpahaman di situ, cekcok gitu dan terjadilah perkelahian. Habib Bahar bersikap begitu karena merasa harga diri keluarganya harus dibela, tapi itu sudah clear. Artinya salah paham, makanya setelah itu ada klarifikasi," kata Aziz.

Baca juga: Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka

Menurut dia, korban langsung membuat laporan ke polisi tepat setelah kejadian.

Namun, setelah itu kedua belah pihak lantas melakukan perdamaian. Bahkan, A beserta kuasa hukumnya mencabut laporan ke polisi dilengkapi dengan beberapa bukti.

Aziz pun mempertanyakan apabila kasus yang telah selesai itu kembali bergulir hingga Bahar ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan oleh Polda Jabar.

"Sebenarnya kan pelapor juga cinta sama Habib Bahar gitu kan. Nah, jadi bukti perdamaian ada, kita punya itu. Pencabutan laporan juga sudah disampaikan ke pihak kepolisian, itu informasi dari kuasa hukum pelapor," kata Aziz.

Baca juga: 1,9 Juta KRTS di Jabar Mulai Terima Bansos Tahap Ketiga

Sebelumnya diberitakan, polisi menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat nomor B/4094/X/2020/Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat yang dikeluarkan di Bandung pada 21 Oktober 2020.

Dalam surat tersebut, Bahar ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan pada 4 September 2018.

Bahar diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP dan 351 KUHP.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Patoppoi membenarkan penetapan tersangka terhadap Bahar ini.

Namun, pihaknya tak menjelaskan secara detail terkait kasus tersebut.

"Betul, hasil gelar telah ditetapkan tersangka," kata Patoppoi dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa.

Menurut Patoppoi, pelapor merupakan korban penganiayaan itu sendiri.

Adapun dugaan penganiayaan itu dilakukan di wilayah Bogor.

"Pelapor adalah korban sendiri, TKP di Bogor," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Regional
Detik-detik Ernawati Melahirkan Bayi yang Dinamai Banjiriah, Bidan: Baru Naik Perahu, Sudah Pembukaan Empat

Detik-detik Ernawati Melahirkan Bayi yang Dinamai Banjiriah, Bidan: Baru Naik Perahu, Sudah Pembukaan Empat

Regional
Fakta Mantan Anggota DPRD Lecehkan Anak Gadisnya, Berusia 65 Tahun dan Istri Dirawat karena Covid-19

Fakta Mantan Anggota DPRD Lecehkan Anak Gadisnya, Berusia 65 Tahun dan Istri Dirawat karena Covid-19

Regional
Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Regional
5 Hal di Balik Tertembaknya Haji Permata, Kakanwil Bea Cukai Kepri Didesak Mundur dari Jabatan

5 Hal di Balik Tertembaknya Haji Permata, Kakanwil Bea Cukai Kepri Didesak Mundur dari Jabatan

Regional
Bioskop di Kota Tegal Bakal Beroperasi Lagi, tapi Ada Syaratnya

Bioskop di Kota Tegal Bakal Beroperasi Lagi, tapi Ada Syaratnya

Regional
Fakta Video Perempuan Berjoget Pamer Celana Dalam, Viral di Medsos, Pelakunya Ternyata Waria

Fakta Video Perempuan Berjoget Pamer Celana Dalam, Viral di Medsos, Pelakunya Ternyata Waria

Regional
Berisiko Tinggi, Pencarian 3 Korban Gempa Majene yang Tertimbun Longsor Dihentikan

Berisiko Tinggi, Pencarian 3 Korban Gempa Majene yang Tertimbun Longsor Dihentikan

Regional
Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Regional
Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Regional
2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

Regional
Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Regional
Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Regional
7 Fakta Angin Puting Beliung yang Muncul di Waduk Gajah Mungkur

7 Fakta Angin Puting Beliung yang Muncul di Waduk Gajah Mungkur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X