Bahar bin Smith Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum: Ada Kesalahpahaman

Kompas.com - 27/10/2020, 19:16 WIB
Bahar bin Smith bebas dari Lapas memakai baret merah. Dok. Tribun BogorBahar bin Smith bebas dari Lapas memakai baret merah.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar menanggapi penetapan tersangka kliennya di Polda Jabar.

Aziz menyampaikan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Bahar bin Smith atau Habib Bahar tersebut merupakan kasus lama dan dari pihak pelapor telah berdamai.

"Perkara tersebut telah selesai dengan adanya perdamaian di antara pihak Habib Bahar dan juga pelapor," ucap Aziz saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Aziz memastikan bahwa kasus tersebut bukan penganiayaan melainkan sebuah kesalahpahaman dari pihak pelapor.

Baca juga: Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka

Bahar dilaporkan sebagai tersangka berdasarkan laporan pada 4 September 2018 lalu, dengan pelapor bernama Adriansyah.

"Itu bukan penganiayaan tapi kesalahpahaman yg menyebabkan pelapor itu membuat laporan polisi pada 2018 lalu. Diiringi pula dengan pencabutan laporan kepolisian yang ditempuh oleh pelapor," beber Aziz.

"Damainya itu sekitar 2019. Kenapa proses damainya lama? karena waktu itu Habib Bahar sedang menghadapi kasus yang satu lagi dan proses itu butuh waktu lama. Makanya terlambat proses damai itu dengan pelapor bernama Adriansyah," jelas dia menambahkan mengenai kasus awal mula penganiayaan.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Nekat Curi Ponsel di Ruang Isolasi Covid-19 | Viral, Video Bahar Bin Smith di Nusakambangan

Jadi tersangka lagi

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan Bahar bin Smithsebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat nomor B/4094/X/2020/Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat yang dikeluarkan di Bandung pada 21 Oktober 2020.

Berdasarkan surat tersebut, Bahar ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan pada 4 September 2018 lalu, dengan pelapor bernama Adriansyah.

Bahar diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP dan 351 KUHP.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Regional
2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

Regional
Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Regional
Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Regional
Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Regional
Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Regional
Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Regional
'Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan'

"Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X