Permudah "Tracing" Klaster Industri di Karawang, Karyawan Harus Buat Catatan Perjalanan Harian

Kompas.com - 27/10/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum ShutterstockIlustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum

KARAWANG, KOMPAS.com - Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri meminta perusahaan untuk mengarahkan karyawannya membuat catatan harian perihal perjalanan yang ditembuh. Tujuannya untuk memudahkan tracing jika ditemukan kasus Covid-19.

"Salah satunya itu yang diarahkan Pak Gubernur (Jabar Ridwan Kamil), membuat catatan perjalanan," ujar Acep ditemui di Hotel Mercure Karawang, Selasa (27/10/2020).

Soal catatan perjalanan harian itu, Acep menyerahkan kepada perusahaan untuk mengatur dan mengontrolnya.

Diketahui, klaster industri menjadi penyumbang jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Karawang.

Baca juga: Karawang Zona Merah Covid-19, Peningkatan Kasus Didominasi Klaster Industri

 

Hingga Senin (12/10/2020), ada 86 perusahaan yang melapor ada karyawannya yang terpapar Covid-19.

Acep menyebut, pihaknya ingin ada Standar Operating Prosedur (SOP) khusus bagi tiap perusahaan untuk mencegah dan menangani Covid-19. Perusahaan diminta mengatur protokol kesehatan dari mulai karyawan berangkat hingga kembali pulang. Hal tersebut, ujar Acep, yang menjadi salah satu fokus Pjs Bupati Karawang.

"Termasuk SOP penutupan pabrik jika ditemukan kasus positif. Karena tidak bisa sembarangan menutup," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Karawang dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melatih satuan tugas (satgas) di perusahaan guna menekan penularan kasus Covid-19 di klaster industri.

Pelatihan satgas di perusahaan itu merupakan lanjutan dari deklarasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diikuti 52 perusahaan dari 7 kawasan sebelumnya.

"Tadi kita sudah melaksanakan kegiatan bersama Apindo. Dimana Apindo, melatih satgas Covid-19 perusahaan. Ini merupakan lanjutan dari deklarasi bersama perusahaan sebelumnya," ungkap Pejabat Sementara Bupati Karawang Yerry Yanuar.

Baca juga: 369 Karyawannya Positif Covid-19, PT Epson Jadi Klaster Industri Terbesar

Yerry menyebut pembentukan satgas perusahaan merupakan kolaborasi penting antara perusahaan dan pemerintah dalam upaya menekan penularan Covid-19. Satgas tersebut bertugas mengawasi dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

"Tak hanya itu, mereka juga harus menjadi ambasador untuk mensosialisasikan prokes (protokol kesehatan) ke masyarakat atau tetangganya. Bisa dibilang mereka ini dutanya protokol kesehatan untuk warga sekitarnya," ujar Yerry.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Garut, Jalan Bandung-Rancabuaya Putus, 15 Rumah Tertimbun

Longsor di Garut, Jalan Bandung-Rancabuaya Putus, 15 Rumah Tertimbun

Regional
Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Regional
Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Regional
Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Regional
Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Regional
Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X