Dirjen Dikti Larang Fakultas Kedokteran Jadi Sumber Uang untuk Subsidi Jurusan Tak Laku

Kompas.com - 27/10/2020, 12:42 WIB
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Budaya Nizam. covid19.go.idDirektur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Budaya Nizam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam melarang perguruan tinggi di Indonesia menjadikan Fakultas Kedokteran sebagai sumber dana jurusan yang tidak laku.

Nizam mengakui, saat ini biaya pendidikan kedokteran sangat mahal. Sehingga perguruan tinggi banyak yang menjadikan FK sebagai sumber pendanaan untuk mensubsidi fakultas lain yang tidak laku. Sayangnya, Nizam tak memberikan contohnya.

"Ini harus dihindari. FK jangan jadi sumber subsidi ilang karena mahal. Harusnya fakultas lain juga bisa membiayai dirinya sendiri, bukan dieksploitasi. Kalau Unisba tentu tidak begitu," ujar Nizam menjawab pertanyaan Kompas.com, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Biaya Kuliah Pendidikan Dokter di Beberapa Universitas Negeri

Nizam berharap, pendidikan dokter mendapatkan pengawalan ketat agar kompeten dalam melayani. Salah satunya, untuk menjaga mutu fakultas kedokteran dengan memberlakukan kuota secara nasional. 

"Pendidikan kedokteran perlu sumber daya manusia yang baik. Dengan sistem kuota, pendidikan dokter terkawal baik," katanya.

Saat ini, jumlah dokter di Indonesia belum merata. Di kota-kota besar, jumlah dokter menumpuk. Namun di daerah pelosok seperti di Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur NTT), sangat rendah, di bawah negara baru ASEAN.

Baca juga: Jokowi Berterima Kasih dan Beri Penghormatan kepada Para Dokter

Hal ini tentunya mengkhawatirkan bagi kemajuan nasional. Persoalan ini pun menjadi pekerjaan rumah bersama.

Saat ini, pihaknya menerima pengajuan izin pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) dari 80 perguruan tinggi. Namun lokasinya selalu di kota besar.

Padahal daerah pelosoklah yang paling membutuhkan. Ia mengungkapkan, distribusi dokter dan tenaga kesehatan merupakan kewenangan Kemenkes.

Kemdikbud berkoordinasi dengan Kemenkes untuk pemenuhan tenaga kesehatan. Berbagai upaya dilakukan, antara lain melalui beasiswa ikatan dinas agar mahasiswa kedokteran dari daerah bisa kembali ke daerahnya, terutama daerah yang masih kekurangan dokter.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X