Bisnis Perhiasan dari ASI, Anya: Ada yang Simpan untuk Anaknya Kalau Sudah Besar

Kompas.com - 27/10/2020, 11:42 WIB
Cincin yang terbuat dari ASI atau air susu ibu. Tangkapan layar KompasTVCincin yang terbuat dari ASI atau air susu ibu.

KOMPAS.com- Empat tahun berbisnis perhiasan dari Air Susu Ibu (ASI), Anya Almira, warga Surabaya, Jawa Timur, menerima berbagai macam jenis pesanan dari konsumen.

Selain digunakan sebagai perhiasan sehari-hari, banyak konsumen yang memesan untuk anak mereka jika sudah dewasa.

Beberapa pelanggan sengaja membawa ASI mereka yang sudah tidak terpakai atau basi untuk dibuat menjadi perhiasan.

“Pemesan biasanya custom, jadi mereka pesan perhiasan yang bisa mereka pakai setiap hari. Biasanya juga disimpan untuk anaknya kelak jika sudah besar," kata Anya dikutip dari Kompas TV, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Dikirim ke Singapura

Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.Tangkapan layar KompasTV Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.
Para konsumen tak hanya datang dari Indonesia. Anya pernah mengirimkan perhiasan ASI sampai ke Singapura.

Perhiasan yang sering dipesan ialah jenis cincin dan liontin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga perhiasan dengan bahan silver dijual paling murah Rp 700 ribu.

Untuk bahan emas harganya bisa lebih mahal lagi, bergantung dari bentuknya.

Baca juga: 4 Orang Jadi Tersangka Usai Menebang 83 Pohon, Ini Ceritanya

Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.Tangkapan layar KompasTV Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.

Ide awal

Bisnis Anya bermula saat dia memiliki anak pertama.

Saat itu, stok ASI-nya melimpah sehingga banyak yang basi dan terbuang.

Dari situ dia mencoba memanfaatkan ASI untuk dibuat menjadi perhiasan cantik.

ASI yang kental dikeringkan menjadi bubuk.

Bubuk ASI itu dicampur dengan bahan kimia dan dituang ke dalam cetakan.

Baca juga: Emosi, Ibu yang Digugat Anaknya Soal Warisan, Ancam Minta ASI-nya Dibayar

Proses pembuatan perhiasan ASI membutuhkan waktu beberapa hari.

Untuk memadatkan ASI saja bisa menghabiskan waktu sampai empat hari.

"Kalau untuk pembekuan, 3-4 hari sudah selesai." ujar Anya.

ASI yang sudah padat itulah yang kemudian dikreasikan menjadi berbagai bentuk.

Sumber: Kompas.com (Editor: David Oliver Purba), Kompas TV

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.