Kompas.com - 27/10/2020, 07:07 WIB
Walikota Madiun, Maidi KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIWalikota Madiun, Maidi

MADIUN, KOMPAS.com - Wali Kota Madiun, Maidi memberikan izin bagi sekolah dasar, SMP hingga SMA, menggelar kegiatan belajar dan mengajar dengan tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Keputusan itu diambil setelah hasil survei orangtua menunjukkan 80 persen mengizinkan anak-anaknya mengikuti kegiatan belajar tatap muka di sekolah di tengah pandemi corona.

“Hasil survei penguatan orangtua menunjukkan hampir 80 persen mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Insya Allah bulan depan mereka (siswa sekolah) masuk,” ujar Maidi, usai memimpin rapat persiapan siswa masuk di Aula Dinas Pendidikan Kota Madiun, Senin (26/10/2020) sore.

Maidi mengatakan, untuk sementara, siswa yang boleh masuk mengikuti KBM tatap muka yakni kelas 6 untuk SD dan kelas 7 untuk SMP.

Baca juga: BCA Digugat Nasabah di Surabaya, Deposito Rp 5,4 Miliar Diklaim Tak Dapat Dicairkan

Kendati demikian, siswa yang diperbolehkan masuk baru 50 persen. Sisanya akan masuk secara bergilir.

Sebelum mengikuti KBM tatap muka, kata Maidi, seluruh guru dan siswa wajib mengikuti rapid test.

Langkah itu dilakukan agar saat mengikuti pembelajaran baik guru maupun siswa merasa nyaman dan tenang.

“Tetapi mohon maaf semua guru dan anak-anak kami rapid test. Kami akan cek satu-satu. Kalau sudah dirapid ketika anak-anak kumpul di sekolah meski sudah menerapkan protokol kesehatan mreka akan merasa tenang,” ungkap Maidi.

 

Tak hanya itu, KBM tatap muka bagi SMA sederajat pun sudah diperbolehkan dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana menuturkan, seluruh guru dan murid yang mengikuti KBM tatapi muka akan menjalani rapid test mulai pekan ini.

Jumlah siswa dan guru yang di-rapid test mencapai 4000-an orang.

Baca juga: Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Menurut Heri, terdapat dua tahapan yang harus dilakukan sebelum kegiatan KBM tatap muka dilakukan secara terus menerus. Pertama tahap simulasi dan kedua tahap uji coba.

“Di awal akan masuk simulasi terlebih dahulu. Hasil simulasi dievaluasi terlebih dahulu mana-mana yang perlu perbaikian. Setelah itu baru uji coba,” kata Heri.

Tak hanya itu, siswa kelas 1 SD dan siswa kelas 7 SMP juga akan diberi kesempatan masuk ke sekolah untuk pengenalan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X