Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Kompas.com - 26/10/2020, 19:18 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat diwawancara wartawan di Polrestabes Makassar, Kamis (8/10/2020). Dok Humas Polda SulselKapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat diwawancara wartawan di Polrestabes Makassar, Kamis (8/10/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi kembali menetapkan dua tersangka kasus perusakan kantor dan pembakaran ambulans milik Partai Nasdem saat aksi tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Kamis (22/10/2020) malam. 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, kini sudah ada total 13 tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus tersebut.

Para tersangka berasal dari mahasiswa, pelajar, tukang parkir, dengan tidak orang masih anak-anak.

"Dua orang (tersangka baru) merupakan hasil pengembangan dengan peran masing-masing yang masih jadi konsumsi penyidikan," kata Merdisyam saat konferensi pers di Polrestabes Makassar, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Mereka kini ditahan dan sedang dalam masa perampungan penyidikan untuk diserahkan ke jaksa penuntut umum.

Sementara tiga yang masih anak-anak akan diserahkan ke tempat rehabilitasi anak.

"Motifnya bukan unjuk rasa tapi memang ingin melakukan anarkis. Mereka tidak ada yang ngaku anarko. tapi kalau dilihat cara-caranya ya sudah begitu," ujar Merdisyam.

Untuk para tersangka yang masih anak-anak, kata Merdisyam, motif mereka merusaka hanya ikut-ikutan dengan melihat ajakan di media sosial.

Merdisyam menegaskan aksi perusakan ini sendiri berawal dari demonstrasi Aliansi Makar dan Geram (Gerakan Rakyat Makassar) yang terdiri dari gabungan kelompok yang menutup jalan dan orasi.

Baca juga: 11 Terduga Perusak Kantor DPD Nasdem Makassar Ditetapkan sebagai Tersangka

Mereka, kata Merdisyam, merusak dan membakar prasarana umum dan barang milik orang, bukan hanya Kantor Dewan Perwakilan Daerah Partai Nasdem Makassar.

Para tersangka pun dijerat Pasal 187 ayat 1 sub pasal 170 ayat 1 jo pasal 55, 56 KUHP tentang perusakan ancaman hukuman 12 tahun, dam 5 tahun enam bulan.

"Kita men-split (memisahkan) pemberkasan menjadi empat. Pertama berkas perkara terkait pembakaran mobil ambulance, lalu pengursakan kantor nasdem, pemberkasan anak di bawah umur, dan pemberkasan penyalahgunaan narkoba," sebut Merdisyam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Regional
2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X