KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Kompas.com - 26/10/2020, 19:08 WIB
Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Rudiarto Sumarwono, KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALKomisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Rudiarto Sumarwono,

SURABAYA, KOMPAS.com - Aparatur sipil negara (ASN) yang suami atau istrinya maju di Pilkada Serentak 2020 diminta mengajukan cuti di luar tanggungan negara.

Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Rudiarto Sumarwono mengatakan, kewajiban cuti bagi ASN itu diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lima lembaga dan kementerian tentang Pedoman Pengawasan Netralitas ASN Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020.

Baca juga: Maju Pilkada Buru Selatan, Istri Bupati Diarak Pakai Tandu oleh Pendukung Saat Kampanye

Menindaklanjuti SKB tersebut, pihaknya sudah menyurati seluruh lembaga negara termasuk gubernur dan bupati.

"Salah satu poin suratnya tentang ASN yang suami atau istrinya maju di Pilkada Serentak 2020, wajib cuti sesuai aturan perundangan yang berlaku," kata Rudiarto di Surabaya, Kamis (26/10/2020).

Rudiarto menjelaskan, mereka tak mendapatkan hak sebagai ASN selama mengambil cuti di luar tanggungan negara.

"Cuti di luar tanggungan negara minimal satu tahun," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konteks pilkada, ASN yang tak mengajukan cuti saat suami atau istrinya mencalonkan diri bisa dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bawaslu bisa mengirim laporan itu ke KASN. Sehingga, KASN bisa menindaklanjutinya.

"Setelah itu KASN akan memberikan rekomendasi atas aduan tersebut kepada pejabat pembina kepegawaian. Jadi KASN sifatnya hanya memberi rekomendasi," terangnya.

KASN telah menerima 700 laporan dari Bawaslu terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN di Pilkada Serentak 2020.

Baca juga: Program Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto, Kartu UMKM Keren Jadi Andalan

Sebanyak 500 laporan di antaranya telah diproses dan diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian.

Tahun ini ada 270 daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak, dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X