Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Kompas.com - 26/10/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona Shutterstock/Anton27Ilustrasi virus corona, Covid-19, pasien virus corona

KOMPAS.com- Libur panjang akhir Oktober 2020 dikhawatirkan akan berdampak pada penyebaran Covid-19.

Bahkan, Menteri Tito Karnavian telah menerbitkan Surat Edaran Tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Salah satu poinnya, mengimbau masyarakat sedapat mungkin menghindari perjalanan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, dari pengalaman sebelumnya libur panjang memunculkan lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

Lonjakan bahkan bisa mencapai 118 persen selama dua pekan.

"Karena libur panjang terbukti berdampak pada kenaikan kasus positif di tingkat nasional," ujar dia.

Lantas bagaimana kesiapan daerah menghadapi libur panjang di akhir Oktober ini?

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

1. Ganjar minta perantau tak mudik. tempat wisata diawasi ketat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Libur panjang dikhawatirkan menyebabkan kepadatan hingga berpotensi menyebarkan Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan, warga perantauan tak mudik ketika libur panjang tiba.

"Karena, kalau mudik saya khawatir mereka ramai di jalan berkerumun. Kita tidak pernah tahu kondisi masing-masing. Kecuali akan checking kesehatan. Kalau boleh saya sarankan, tidak mudik," ucapnya.

"Harapan saya, mari tidak usah mudik saja. Kita tinggal di sana, di tempat masing-masing, kemudian kita bisa jaga kesehatan," jelas Ganjar.

Ganjar juga menekankan, tempat-tempat wisata di Jawa Tengah harus benar-benar menyiapkan diri.

"Maka protokolnya harus disiapkan betul-betul, kalau tidak ya kita tutup. Maka nanti kita minta semacam patroli agar mengontrol tempat-tempat wisata itu," kata dia.

Enam lokasi wisata di Jawa Tengah akan dipantau ketat saat libur panjang.

Objek wisata itu antara lain Tawangmangu, kawasan Bandungan dan Dusun Semilir di Kabupaten Semarang.

Kemudian, obyek wisata Belik dan Owabong di Banyumas, Dieng, Gunung Sikunir dan Candi Arjuna.

Baca juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

 

Ilustrasi PantaiKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Ilustrasi Pantai
2. Polisi dan TNI terjun awasi wisatawan di Gunungkidul

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan lonjakan wisatawan saat libur panjang, Dinas Pariwisata menggandeng TNI, Polri dan Satpol PP.

Personel-personel tersebut diterjunkan untuk mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan para wisatawan.

"Untuk libur panjang besok, kita mempersiapkan sekitar 200 personel termasuk dari kita," ungkap Sekretaris Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono.

Dinas Pariwisata pun masih melarang jumlah rombongan besar wisatawan, walaupun saat ini tercatat ada 29 destinasi yang dibuka.

"Kita tidak ada target pengunjung yang terpenting pengawasan pengunjung oleh petugas. Untuk operasi yustisi ranahnya Satpol PP," ujar dia.

Baca juga: Libur Panjang, Polisi dan Anggota TNI Akan Ikut Awasi Wisatawan di Gunungkidul

3. Di Salatiga, pemudik yang masuk wajib kantongi surat rapid test

Ilustrasi rapid test.AP/CECILIA FABIANO/LAPRESSE via ABC INDONESIA Ilustrasi rapid test.
Pemerintah Kota Salatiga menerapkan aturan ketat bagi pemudik luar kota yang akan memasuki Kota Salatiga.

Mereka diminta membawa surat keterangan non reaktif dari hasil rapid test.

Hal itu dilakukan untuk menekan kasus warga tertular Covid-19 dari pemudik.

"Beberapa saat ini penyebaran dan kasus Covid-19 di Salatiga ada peningkatan. Kita semua berharap tidak ada penambahan pasien Covid-19 yang terpapar dari para pemudik," kata Wali Kota Salatiga Yuliyanto.

Untuk memaksimalkan pengawasan, Yuliyanto mengintensifkan peran gugus tugas di tingkat RT hingga RW.

"Kita selalu mengoordinasikan antara dinas kesehatan, pemangku wilayah dari kecamatan dan kelurahan, Satpol PP serta gabungan TNI dan Polri," tutur dia.

Baca juga: Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

 

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020).
4. Tak mau ada penularan, Wali Kota Solo imbau perantau tak pulang

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo meminta supaya warga perantauan tak mudik saat libur panjang.

Ia tak ingin momentum ini justru menjadi sumber penularan virus.

"Jangan sampai yang mau ke Solo tidak membawa virus namun kena virus di Solo nanti yang juga diantisipasi," tutur Rudy, Kamis (22/10/2020).

"Atau yang dari luar Solo masuk Solo membawa virus corona ini juga akan membebani pemerintah," lanjut dia.

Rudy pun mengoptimalkan keberadaan Jogo Tonggo untuk mengawasi pendatang.

"Kita memanfaatkan dan optimalkan jogo tonggo untuk memberikan laporan kepada Gugus Tugas. Sehingga kita lebih mudah untuk monitoring (pendatang)," kata Rudy.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Dian Ade Permana, Riska Farasonalia, Labib Zamani, Markus Yuwono | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR hingga Negara Rugi Rp 1 M, Dilakukan Pada 2018-2019

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR hingga Negara Rugi Rp 1 M, Dilakukan Pada 2018-2019

Regional
Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Karyawan BRI Selewengkan Dana KUR, Nasabah yang Menerima Tidak Disurvei, Diarahkan Beli Motor Bekas

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sering Terjadi, Kemarin Paling Besar dan Lama

Regional
Detik-detik Ernawati Melahirkan Bayi yang Dinamai Banjiriah, Bidan: Baru Naik Perahu, Sudah Pembukaan Empat

Detik-detik Ernawati Melahirkan Bayi yang Dinamai Banjiriah, Bidan: Baru Naik Perahu, Sudah Pembukaan Empat

Regional
Fakta Mantan Anggota DPRD Lecehkan Anak Gadisnya, Berusia 65 Tahun dan Istri Dirawat karena Covid-19

Fakta Mantan Anggota DPRD Lecehkan Anak Gadisnya, Berusia 65 Tahun dan Istri Dirawat karena Covid-19

Regional
Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton, Sultan HB X: Gaji Buta 5 Tahun

Regional
5 Hal di Balik Tertembaknya Haji Permata, Kakanwil Bea Cukai Kepri Didesak Mundur dari Jabatan

5 Hal di Balik Tertembaknya Haji Permata, Kakanwil Bea Cukai Kepri Didesak Mundur dari Jabatan

Regional
Bioskop di Kota Tegal Bakal Beroperasi Lagi, tapi Ada Syaratnya

Bioskop di Kota Tegal Bakal Beroperasi Lagi, tapi Ada Syaratnya

Regional
Fakta Video Perempuan Berjoget Pamer Celana Dalam, Viral di Medsos, Pelakunya Ternyata Waria

Fakta Video Perempuan Berjoget Pamer Celana Dalam, Viral di Medsos, Pelakunya Ternyata Waria

Regional
Berisiko Tinggi, Pencarian 3 Korban Gempa Majene yang Tertimbun Longsor Dihentikan

Berisiko Tinggi, Pencarian 3 Korban Gempa Majene yang Tertimbun Longsor Dihentikan

Regional
Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Aniaya Warga, Mantan Staf Ahli Gubernur NTT Dipolisikan

Regional
Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Pekanbaru Terapkan Belajar Tatap Muka Mulai Awal Februari

Regional
2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

2.363 Kepala Keluarga di Kediri Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Pemerintah

Regional
Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Masih Tunggu Hasil Swab, Pria Ini Nekat Mudik untuk Makamkan Istrinya, Ternyata Positif Covid-19

Regional
Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X