Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Kompas.com - 25/10/2020, 18:41 WIB
Abdul Haq ,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

JENEPONTO, KOMPAS.com - Jusri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dibacok karena masalah suara knalpot bising milik adiknya, Sabtu, (24/10/2020).

Saat ini korban telah melewati masa kritis usai menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Makassar.

Peristiwa itu berawal saat adik dari anggota DPRD dari Fraksi Partai Berkarya itu ugal ugalan mengendarai sepeda motor dengan knalpot bising, di Lingkungan Mannuruki, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Sabtu pukul 18.00 WITA.

Baca juga: Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Lantaran merasa terganggu, tetangga korban berinisial US kemudian coba mengejar adik korban yang kabur ke rumahnya.

Namun, tidak berhasil. Adik korban kemudian melaporkan hal tersebut ke korban.

Baca juga: Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Berselang 10 menit kemudian, Jusri bersama adiknya dan beberapa orang lainnya mendatangi rumah US dan hendak mengeroyok US. Jarak antara rumah Jusri dan US berkisar 100 meter.

 

Merasa terdesak, US kemudian mengambil sebilah parang dan membacok korban. Rekan-rekan korban langsung membawa korban ke rumah sakit.

Sementara US menyerahkan diri ke Mapolres Jeneponto.

"Pelaku diduga tersinggung akibat saudara korban melintas di depan rumah pelaku dengan suara knalpot motor bising yang memicu terjadinya penganiyaan," kata Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul saat dihubungi, Minggu, (25/10/2020).

Sementara pelaku yang kini dalam penahanan di Mapolres Jeneponto mengaku bahwa dirinya hanya mempertahankan diri.

"Saya cuma mempertahankan diri, sebab banyak orang datang ke rumah mengamuk padahal saya cuma protes dengan suara knalpot salah satu dari mereka," kata US di hadapan penyidik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com