Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubar karena Abai Protokol Kesehatan

Kompas.com - 25/10/2020, 15:43 WIB
Kepolisian Polres Palopo dibantu TNI meminta panitia dan peserta Fun Bike Imunitas segera membubarkan diri karena dapat membuat penularan covid-19 mengingat kota Palopo dalam zona merah corona, Minggu (25/10/2020) KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIRKepolisian Polres Palopo dibantu TNI meminta panitia dan peserta Fun Bike Imunitas segera membubarkan diri karena dapat membuat penularan covid-19 mengingat kota Palopo dalam zona merah corona, Minggu (25/10/2020)

PALOPO, KOMPAS.com- Fun Bike Imunitas yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Kota Palopo, Sulawesi Selatan,   Minggu (25/10/2020) pagi didatangi aparat kepolisian dan TNI karena dinilai melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Panitia dan peserta terpaksa membubarkan diri. 

Kegiatan ini berlangsung dengan menempuh rute dari area Lapangan Gaspa Kota Palopo dan finish di halaman kantor Balai Kota Palopo.

Di bagian akhir kegiatan, berlangsung pengundian hadiah yang diiringi dengan musik yang membuat sejumlah peserta ikut joget dengan tidak menjaga jarak.

Baca juga: Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Sejumlah peserta mulai dari anak-anak hingga orang dewasa nampak tak menggunakan masker dan menjaga jarak ideal meski pihak panitia berkali-kali mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di tengah kegiatan, aparat Kepolisian Polres Palopo dibantu TNI muncul memberikan imbauan agar peserta menggunakan masker dan jaga jarak. Namun, kegiatan tetap berlangsung bahkan polisi harus naik ke panggung untuk menyosialisasikan 3M. Seketika itu panitia dan peserta membubarkan diri.

Kasubag Humas Polres Palopo Iptu Edy Sulistiono mengatakan, kegiatan tersebut tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.

“Polres Palopo tidak mengeluarkan atau menerbitkan surat izin namun Polres Palopo bersama TNI memberikan imbauan kepada peserta agar segera membubarkan diri, karena dapat terjadinya penyebaran Covid-19 di kota Palopo,” kata Edy saat dikonfirmasi awak media, Minggu (25/10/2020).

Edy mengatakan, di tengah masa pandemi Covid-19 ini di mana terdapat sekelompok masyarakat melakukan acara yang menimbulkan kerumunan maka pihak kepolisian akan memberikan sanksi.

“Terkait sanksinya kemungkinan kami lakukan berupa teguran dalam hal ini mengacu pada protap Perwali tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Palopo,” ucap Edy.

Baca juga: Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X