Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kompas.com - 24/10/2020, 06:50 WIB
Puluhan petani menghadang dan menurunkan paksa pupuk bersubsidi dari kendaraan pengangkut pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan ke agen dan penjual pupuk. Kamis (22/10/2020). KOMPAS.com/IstimewaPuluhan petani menghadang dan menurunkan paksa pupuk bersubsidi dari kendaraan pengangkut pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan ke agen dan penjual pupuk. Kamis (22/10/2020).

KOMPAS.com - Gara-gara hoaks pupuk langka, sejumlah petani nekat mengadang truk pengangkut pupuk bersubsidi di jalan raya Dusun Klapan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri, peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/10/2020).

Para petani sempat menurunkan pupuk di tepi jalan. Lalu, para petani memaksa membeli pupuk-pupuk yang hendak didistribusikan ke agen dan penjual tersebut.

Baca juga: Termakan Hoaks, Petani Adang Truk Pengangkut Pupuk Bersubsidi

Namun setelah dilakukan mediasi dan dijelaskan tidak ada kelangkaan pupuk, para petani akhirnya mengembalikan pupuk tersebut.

Menurut Yoan, truk yang mengangkut delapan ton pupuk urea itu akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.

Truk kembali jalan dan situasi terkendali,” terang AKP Yoan saat dihubungi.

Baca juga: Termakan Isu Hoaks, Massa Tangkap 2 Pemuda Kembar yang Hendak Berobat, Dikira Akan Tusuk Ustaz

Bantah ada kelangkaan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban Murtadji mengatakan, tidak ada kelangkaan pupuk di Tuban.

Sehingga dirinya meminta para petani untuk tidak khawatir terkait jatah pupuk bersubsidi.

Dirinya menyebut stok pupuk di Tuban masih 35 persen dan tidak langka.
Murtadji menyampaikan, para petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi prosesnya harus menggunakan kartu tani atau surat rekomendasi dari kelompok tani.

"Pendistribusian pupuk bersubdisi sekarang aturannya sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan kelompok tani," jelasnya.

Baca juga: Tangkal Hoaks Terkait Covid-19, Menkominfo Utamakan Literasi Publik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Regional
Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Regional
Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X