Polisi Amankan 8 Mahasiswa yang Tutup Jalan Tol Pasteur Saat Demo UU Cipta Kerja di Bandung

Kompas.com - 23/10/2020, 19:58 WIB
Kelompok Mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Cipayung Kota Bandung mendeklarasikan penolakan UU Cipta Kerja dengan cara menutup jalan di depan gerbang mulut tol Pasteur selama kurang lebih 15 menit, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKelompok Mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Cipayung Kota Bandung mendeklarasikan penolakan UU Cipta Kerja dengan cara menutup jalan di depan gerbang mulut tol Pasteur selama kurang lebih 15 menit, Kamis (8/10/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 8 orang mahasiswa diamankan polisi pasca penutupan jalan tol Pasteur saat demo penolakan UU Omnibuslaw Cipta Kerja, Jumat (23/10/2020).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, 8 orang ini diamankan untuk mempertanggungjawabkan aksinya tersebut.

"Dari sekitar 30 orang, ada 8 orang yang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai penanggung jawab korlapnya untuk mengadakan penutupan jalan tol," kata Ulung.

Seperti diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Menggugat (MIM) ini melakukan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, 100 meter di depan Gerbang Tol Pasteur.

Baca juga: Demo Tolak Uu Cipta Kerja, Mahasiswa Tutup Jalan Tol Pasteur

 

Aksi tersebut menyebabkan kemacetan, khususnya kendaraan dari Bandung menuju gerbang Jalan Tol Pasteur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 130 personel kepolisian diterjunkan utuk melakukan pengawalan, sampai akhirnya polisi melakukan pencegahan dan membubarkan massa aksi.

"Sesuai dengan UU 38 tahun 2004 tentang Jalan, (mahasiswa yang diamankan) sedang kita proses saat ini di Satreskrim Polrestabes Bandung," kata Ulung.

"Kita akan lakukan pemeriksaan mendalam siapa yang mengajak menutup seperti ini, kita lihat dan kenakan kalau proses hukumnya ada," ucap Ulung.

Ulung menyebut, akibat dari aksi para mahasiswa ini, kemacetan terjadi hingga 6 kilometer.

"Seperti kita lihat tadi macet akibat penutupan jalan sampai lima kilometer dari Bandungnya, belum lagi dari arah Jakarta sampai enam kilometer, sangat panjang sekali dan menjadi keresahan. Masyarakat menghubungi kita juga untuk membereskan pemblokiran jalan ini," ucap Ulung.

Baca juga: 9 Saksi Diperiksa Terkait Polisi di Bandung yang Dianiaya dan Disekap

 

Ia mengatakan, pihaknya mempersilakan masyarakat atau kelompok tertentu untuk menyampaikan aspirasinya tentang penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan polisi pun akan melayani para pengunjuk rasa selama tidak bertindak anarkistis dan tidak mengganggu ketertiban umum hingga merusak fasilitas publik.

"Silakan saja (unjuk rasa) akan kami layani semua, selama itu tidak melakukan anarkistis, sesuai tepat jamnya dan tidak menutup jalan dan mengganggu ketertiban umum atau merusak fasilitas umum yang ada di kota Bandung," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X