PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Kompas.com - 23/10/2020, 18:43 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pengarahan kepada pasangan calon Pilkada 2020, Rabu (2/9/2020). Dokumen DPP PDI-PKetua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pengarahan kepada pasangan calon Pilkada 2020, Rabu (2/9/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) memecat lima kadernya di Jawa Tengah karena dianggap melawan kebijakan partai dalam Pilkada 2020.

Kelima orang yang dipecat adalah Dwi Astutiningsih (Blora), Mugiyono (Demak), Harjanta (Klaten), Mundjirin dan anaknya Biena Munawa Hatta (Kabupaten Semarang).

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, lima orang itu dikeluarkan dari keanggotaan partai berdasarkan surat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

"Mereka dipecat karena dianggap tidak patuh dan tidak tegak lurus terhadap rekomendasi partai saat Pilkada," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: PDI-P Pecat Kader yang Jadi Calon Bupati Bengkayang Lewat Partai Lain

Sebanyak tiga dari lima orang tersebut dipecat karena mencalonkan diri lewat partai lain.

"Melanggar disiplin partai dan tidak mengawal rekomendasi pada Pilkada. Justru malah maju dari partai lain," kata Ketua DPRD Jateng tersebut.

Bambang menyatakan, tidak masalah harus memecat lima kader yang dianggap melawan partai.

Jumlah tersebut dipandang tidak sebanding dengan jumlah kader PDI-P di Jawa Tengah.

"Lagipula bukan soal banyak sedikitnya yang dipecat, tapi lebih pada konsekuensi menjadi kader wajib mengawal keputusan partai," katanya.

Baca juga: PDI-P Pecat Kadernya yang Membelot di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

Sebagai informasi,Bupati Semarang Mundjirin diberhentikan karena dianggap mendukung istrinya, Bintang Narsasi maju di Pilkada Kabupaten Semarang.

Begitu juga Biena Munawa Hatta, anak Mundjirin. Anggota DPRD Kabupaten Semarang tersebut dianggap memberi jalan ke ibunya untuk maju.

PDIP sendiri mengusung paslon Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada Kabupaten Semarang.

Sementara Dwi Astutiningsih dipecat karena maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Padahal PDI Perjuangan telah mengusung Arif Rohman-Tri Yulisetyowati.

Sedangkan Mugiyono juga maju sebagai calon bupati Demak dengan menggandeng Badarudin Ma'shum (Gus Bad).

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf, PDI-P: Pandemi Covid-19 Tantangan Berat yang Tak Terbayangkan

Mugiyono yang kini kader Gerindra memilih menyeberang setelah PDI-P memberikan rekomendasi ke Eistianah-Ali Makhsun.

Terakhir Harjanta dipecat karena maju Pilkada Klaten melalui partai lain. Dia melawan jagoan PDIP, Sri Mulyani-Yoga Hardaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Regional
Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Regional
Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

Regional
Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Regional
Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Regional
Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Regional
Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Regional
Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X