11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Kompas.com - 23/10/2020, 17:31 WIB
Lokasi tambang batubara ilegal yang mengalami longsor dan menyebabkan 11 orang penambang tewas tertimbun, pada Rabu (21/10/2020). HANDOUT/BPBD SUMSELLokasi tambang batubara ilegal yang mengalami longsor dan menyebabkan 11 orang penambang tewas tertimbun, pada Rabu (21/10/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kasus tewasnya 11 orang penambang batubara ilegal di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, saat ini sedang dalam tahap proses penyidikan polisi.

Polisi telah menetapkan tiga orang penambang yang selamat sebagai tersangka atas kejadian tersebut.

Ketiganya yakni BG (38), warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kemudian, MD (26) warga Lampung Selatan dan DG (56) warga Bandung Selatan, Jawa Barat.

Baca juga: Ayah dan Ibu Dipenjara, Bocah 4 Tahun Dianiaya dan Tak Diberi Makan

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, para penambang itu diketahui telah menyalahi aturan dengan melakukan aktivitas penambangan ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.

"Mereka sudah beraktivitas sejak tiga minggu dan baru membuka jalan," kata Supriadi saat konferensi pers Jumat (23/10/2020).

Supriadi mengatakan, polisi masih memeriksa delapan orang lainnya yang berstatus sebagai saksi, termasuk pemilik tambang beirnisial HL serta IT selaku pengelola tambang batubara ilegal tersebut.

Baca juga: Ini Pemicu Pembunuhan Seorang Wanita Hamil di Bandung

Menurut Supriadi, lokasi tambang batubara ilegal tersebut cukup tersembunyi, yakni berada di kawasan areal perkebunan sawit.

"Tersangka kemungkinan akan kembali bertambah," kata Supriadi.

Alat pertambangan berupa cangkul, blencong, ember yang digunakan untuk melakukan penambangan telah disita petugas.

Selain itu, ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

"Kami juga akan melakukan penyelidikan terkait ada kemungkinan keterlibatan oknum," kata Supriadi.

Sebelumnya, sebanyak 11 orang penambang batubara ilegal tewas setelah tanah galian tambang tersebut ambles.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Regional
Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Regional
Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Regional
Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Regional
Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X