Kisah Aisyah Racik Minuman Sehat "Ramuan Ibu", Mampu Buka Lapangan Kerja Saat Pandemi hingga Bantu Petani Karet

Kompas.com - 23/10/2020, 07:48 WIB
Kemasan Ramuan Ibu, sangat praktis dan memuat banyak informasi terkait produk minuman sehat KOMPAS.com/SuwandiKemasan Ramuan Ibu, sangat praktis dan memuat banyak informasi terkait produk minuman sehat

JAMBI, KOMPAS.com - Wabah Covid-19 terus menginfeksi banyak orang di indonesia dan dunia. Dampak pandemi pun nyata dalam kehidupan sosial hingga perekonomian. 

Namun, langkah kecil dari keluarga petani karet di Jambi ini mampu mengubah orang untuk peduli hidup sehat di tengah pandemi. Tak hanya itu, mereka juga membuka lapangan kerja baru di tengah gelombang PHK akibat pandemi.  

Langkah kecil keluarga petani karet ini dimulai dari Aisyah Hambali. Sebagai peneliti kimia organik dan tanaman obat, ia awalnya terpanggil untuk berbuat lebih baik bagi orang banyak di pasa pandemi. 

"Saya prihatin. Semua orang berpotensi terpapar virus. Tapi belum banyak yang sadar, pentingnya menjaga imunitas tubuh," kata Aisyah Hambali melalui pesan WhatsApp ke Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Menurut dia, semua orang bisa saja terpapar virus. Namun kemudian ada yang positif Covid-19 ada yang tidak, lantaran bergantung dari bagaimana kekebalan atau imunitas tubuhnya, untuk melawan virus yang masuk. 

Baca juga: 2 Bulan Tak Beroperasi akibat PSBB, PO Bus NPM Bertahan Tak PHK Karyawan

Imun sangat penting untuk melawan Covid-19

Dia kemudian mengkampanyekan jika di masa pandemi ini, yang dibutuhkan adalah nutrisi yang baik dan sistem imun yang kuat, bukannya obat. 

Perempuan 23 tahun ini kemudian meracik 19 ramuan sehat dari bahan baku tanaman obat untuk menjaga imun di tengah pandemi.

Resep racikan didapatkan dari berbagai sumber, termasuk dari hasil penelitian UGM, ITB hingga dari resep jurus sehat Rosulullah (JSR).

Agar orang mau mendengar kampanyenya, mahasiswa pascasarjana jurusan Sains Islam itu kemudian turun ke masyarakat.

Ia berinisiatif membuka forum-forum diskusi kesehatan hingga melatih industri kecil menengah (IKM) untuk memproduksi dan memasarkan ramuannya. Ia juga terus bekerja di laboratorium untuk memperkuat temuannya tersebut. 

Baca juga: Kisah Dosen ITB Bikin Ventilator Indonesia, Rela Dicibir, Tidur di Masjid, hingga Dapat Dana Rp 10 M

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X