Kompas.com - 22/10/2020, 18:32 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan kerja Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (22/10/2020).  TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRAWali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan kerja Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (22/10/2020).

KOMPAS.com - Sejumlah anggota Pansus Banjir dari DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Surabaya, Kamis (22/10/2020).

Legislatif Ibu Kota bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk belajar terkait penanggulangan banjir.

"Jadi kami dari pansus belajar banyak dari Kota Surabaya," kata Ketua Pansus Banjir Zita Anjani, dikutip dari Tribunjatim, Kamis.

Baca juga: Risma: Seandainya Babak Belur dan Masuk Rumah Sakit, Itu Balasan Kalian ke Orangtua?

Pantauan TribunJatim.com, anggota pansus DPRD DKI Jakarta, Risma, dan pejabat Pemkot Surabaya menggelar diskusi panjang di Balai Kota.

Anggota dewan yang hadir menyampaikan bahwa persoalan banjir DKI Jakarta masih belum selesai.

Untuk surut, genangan air di Jakarta bisa sampai empat hingga enam jam lamanya.

Zita mengatakan, secara geografis sebenarnya kondisi Jakarta dengan Surabaya tidak jauh beda, yaitu sama-sama masuk dalam daerah rendah dan dekat dengan laut.

Baca juga: Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

 

Hal itu yang membuat program di Surabaya bisa menjadi contoh.

Zita juga kaget saat Risma menyampaikan anggaran penanganan banjir di Surabaya yang hanya sekitar Rp 460 miliar.

Namun, mereka menilai upaya yang dilakukan sudah terbilang efektif. Nilai itu tak sebanding dengan kekuatan anggaran yang dimiliki DKI Jakarta untuk penanganan banjir.

"Kalau di Jakarta sampai triliunan," ujar dia.

 

Selain ke Surabaya, anggota DRPD DKI Jakarta juga melakukan kunjungan kerja ke beberapa kota lain, salah satunya Semarang.

"Semua kita bawa pulang ke Jakarta, semua harus dicontoh. Paling patut dicontoh adalah kerja nyatanya," ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota itu, para anggota pansus mendengarkan penjelasan Risma tentang cara yang dilakukan Pemkot Surabaya menanggulangi banjir.

Risma menyampaikan, dengan nilai anggaran terbatas yang dimiliki, Pemkot Surabaya harus memutar otak untuk mengatasi banjir di Surabaya.

Upaya yang dilakukan itu di antaranya harus memastikan saluran terkoneksi dengan baik, serta memastikan resapan.

"Saluran harus connect, harus terkoneksi. Kalau tidak pasti jadi masalah," ujar Risma.

Risma memang tak memungkiri dulu persoalan banjir di Surabaya memang menjadi masalah serius. Hal itu yang membuat Pemkot Surabaya melakukan berbagai hal.

"Sebetulnya kalau kita bisa ngelola, air itu adalah anugerah," ujar Risma.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul: Kagum Cara Wali Kota Risma Tangani Banjir di Surabaya, Pansus DPRD DKI Jakarta: Semua Harus Dicontoh



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X