Rekonstruksi Penganiayaan Pemuda di Selayar, 6 Tersangka Peragakan 44 Adegan

Kompas.com - 22/10/2020, 15:48 WIB
Tim penyidik Polres Kepulauan Selayar, menggelar rekonstruksi terhadap enam pelaku pembunuhan warga Bulukumba KOMPAS.com/NURWAHIDAHTim penyidik Polres Kepulauan Selayar, menggelar rekonstruksi terhadap enam pelaku pembunuhan warga Bulukumba

SELAYAR, KOMPAS.com - Penyidik Polres Kepulauan Selayar menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap pemuda bernama Andika (16) hingga tewas di  Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud mengatakan, petugas awalnya hanya mengamankan ZA (20), ZB,(23), RR (23) dan AH (28). Namun, setelah diperiksa ternyata bertambah dua tersangka baru yakni I (19) dan NF (22).

"Rekonstruksi dilaksanakan untuk membuktikan kejadian yang sebenarnya, serta mengetahui peran masing-masing tersangka," kata Temmangnganro Machmud kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Polisi di Selayar Tewas Setelah Ditemukan Tertembak dalam Mushala

Rekonstruksi yang berlangsung sekitar tiga jam ini para tersangka memperagakan sebanyak 44 adegan.

Kasat Reskrim Iptu Syaifuddin menambahkan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui kejadian penganiayaan yang sebenarnya hingga menyebabkan Andika meninggal dunia.

Atas perbuatannya, enam tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUH Pidana atau Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76 C UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

Baca juga: Gugatan Praperadilan Eks Kasat Reskrim Selayar Ditolak

Diberitakan sebelumnya, Andika (16), warga Kabupaten Bulukumba tewas usai dianiaya temannya ketika sedang pesta miras di Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2020).

Kasubag Humas Polres Selayar, Ipda Hasan mengatakan, kejadian bermula saat korban dituduh mencuri uang temannya ZA sebesar Rp 1,4 juta.

"Para pelaku menayakan kepada korban keberadaan uang itu, namun korban menyangkal sehingga dianiaya hingga pingsang," kata Hasan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

Melihat kondisi demikian, pelaku membawa korban ke RSUD KH Hayyung.

Namun, belum tiba di rumah sakit, Andika meninggal dunia.

"Tiga pelaku penganiayaan ZA, ZB, dan RR berhasil diamankan, AH masih dalam pengejaran," ujar Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar Iptu Syaifuddin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Debat Pilkada Serang Soal Kesehatan, Nasrul Siapkan Kartu Serang Sehat, Tatu Andalkan Jamkesda

Regional
5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

5 Fakta Sosok Penyerang Demonstran Penolak Rizieq Shihab, Bawa Panah, Membonceng Sepeda Motor hingga Ditemukan Air Keras

Regional
Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Regional
Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Regional
Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Regional
Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Regional
Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Regional
Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Regional
'Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran'

"Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X