Kompas.com - 21/10/2020, 21:19 WIB
Puluhan emak emak diduga sosialita Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berjoget mengabaikan protokoler kesehatan di salah satu hotel. Rabu, (14/10/2020). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Puluhan emak emak diduga sosialita Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berjoget mengabaikan protokoler kesehatan di salah satu hotel. Rabu, (14/10/2020).

BONE, KOMPAS.com - Sebuah rekaman video puluhan emak-emak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi viral di media sosial lantaran berjoget melanggar protokoler kesehatan.

Meski mendapat kecamatan dari berbagai pihak, pihak berwenang belum menahan para pelaku yang diduga perkumpulan sosialita Rabu (21/10/2020).

Rekaman video berdurasi 19 detik memperlihatkan puluhan emak-emak berjoget di pinggir kolam renang di Hotel Novena, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Teneteriattang Barat, Kabupaten Bone pada Rabu, (14/10/2020) lalu.

Baca juga: Video Viral Polisi di Tegal Dimarahi Pemuda Tak Bermasker: Politik Kue, Paham Ora?

Pihak pengelola hotel yang dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu (21/10/2020) mengaku bahwa acara tersebut merupakan pesta ulang tahun yang dihadiri oleh sejumlah ibu rumah tangga dan menampik bahwa acara tersebut melanggar protokeler kesehatan.

"Kami tetap menjalankan protokoler kesehatan dengan mewajibkan para tamu untuk menggunakan masker dan menjaga jarak. Rekaman video yang viral tersebut tidaklah berdasarkan fakta sebenarnya," kata Legal Konsultan Hotel Novena Ilham Hasanuddin,.

Sementara, pihak pemerintah yang dikonfirmasi terkait dengan video viral tersebut mengaku geram atas pelanggaran protokoler kesehatan dan meminta agar seluruh pihak yang terlibat untuk segera diberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Masa pandemi belum berakhir dan hal tersebut sangat tidak dibenarkan dan di luar akal sehat dan jangan sampai menjadi klaster baru penularan Covid-19 dan seluruh pihak yang terlibat harus mendapatkan sanksi termasuk pengelola hotel, kata dr. Yusuf, juru bicara Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone melalui telepon seluler pada Rabu, (21/10/2020).

Baca juga: Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Pihak kepolisian sendiri hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadap para pelaku.

Meski demikian, pihaknya berjanji akan menindak tegas para pelaku jika terbukti melanggar undang undang protokoler kesehatan.

"Jika terbukti kami akan menindak tegas dan sudah jelas dalam undang undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan jika ini dilanggar maka hukumannya jelas satu tahun penjara" kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf, pada Rabu (21/10/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X