44 Orang dari Sebuah Pesantren di Medan Terpapar Corona

Kompas.com - 21/10/2020, 19:59 WIB
Seorang diduga terkonfirmasi Covid-19 berswa foto di halaman wisma P4TK-BBL Medan pada Rabu (21/10/2020) siang tadi. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang diduga terkonfirmasi Covid-19 berswa foto di halaman wisma P4TK-BBL Medan pada Rabu (21/10/2020) siang tadi.

Saat itu, terdengar suara tawa anak-anak dari dalam gedung bertingkat tersebut.

Tak lama kemudian, dari yang awalnya halaman wisma tersebut sepi, lima orang laki-laki dan perempuan berjalan berkeliling.

Di antara mereka ada yang berswa foto, bersenda gurau, bermain handphone. Ada pula yang berlari-lari kecil sembari membawa botol berisi minuman berwarna kuning.

"Tetap semangat ya, Pak. Harus semangat kita," ujar sopir ambulans kepada seorang pria yang sedang berlari kecil.

Menurut petugas jaga, biasanya jika cuaca terik dan panas, penghuni wisma akan berolahraga di halaman.

Di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, di Jalan Sei Rotan, Medan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Arjuna Sembiring menjelaskan, dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di sekolah, pihaknya sudah melakukan tes swab di sebuah pesantren di Kecamatan Medan Tuntungan.

Dijelaskannya, dari yayasan tersebut, jumlah yang mengikuti tes swab sebanyak 423 orang.

"Dari yayasan ini yang sudah diswab 423 orang, yang terkonfirmasi Covid-19 ada 44 orang, diisolasi 31 orang, dan yang sudah pulang dengan hasil negatif (Covid-19) 13 orang," katanya.

Dijelaskannya, di pesantren tersebut, pihaknya sudah melakukan skrining dan juga tindakan penyemprotan disinfektan.

Baca juga: Dua Polisi Gadungan Tahanan Polsek Sunggal Meninggal, Ini Penjelasan Kapolres Medan

 

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan agar pihak yayasan untuk mengatur pola kegiatan di dalam pesantren agar tidak menimbulkan pekembangan atau klaster baru.

"Di dalam sudah dikomunikasikan, di dalam mereka sudah harus mengisolasi, tidak boleh ada komunikasi keluar masuk personel atau anak-anak sebelum selesai skrininng kita dari Dinas Kesehatan dan puskesmas," katanya sembari membenarkan bahwa di dalam pesantren tersebut aktifitas masih berlangsung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X