Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Astika Buka Usaha Kopi Sepeda, Terinspirasi dari Jerman

Kompas.com - 21/10/2020, 16:48 WIB
Ketut Astika (47)  saat meracik kopi di Made Coffe, Rabu (21/10/2020). Kompas.com/ Imam RosidinKetut Astika (47) saat meracik kopi di Made Coffe, Rabu (21/10/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com -Hampir tujuh bulan Ketut Astika (47), warga asal Singaraja, Bali, tak bekerja akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya Astika bekerja sebagai sopir travel wisatawan asing di Bali selama 15 tahun.  Ia berhenti karena tak ada lagi wisatawan yang berkunjung ke Bali sejak pandemi.

Namun, Astika tak ingin berdiam diri lebih lama lagi.

Baca juga: Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Kini Rian Sukses Beternak Cacing dengan Omzet Jutaan Rupiah

Awal Oktober 2020, ia memutuskan membuka usaha kopi di pinggir Jalan Raya Puputan, Renon, Kecamatan Denpasar Selatan.

"Saya sudah tujuh bulan enggak punya pekerjaan dan penghasilan, sehingga saya memutuskan untuk membuat usaha ini," kata Astika saat ditemui di lokasi usahanya, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Cerita Bripka Heidi Sukses Jadi Peternak Lele, Terinspirasi Tekuni Bisnis Setelah Tilang Seorang Pengendara

Usaha yang dibangun Astika, yakni sebuah sepeda yang dimodifikasi dengan menambahkan gerobak kayu di depannya.

Baca juga: Bermodal Rp 25.000, Dedek Kini Miliki Kebun Anggrek Ribuan Meter hingga Dikenal di Jepang

Di usaha yang baru dirintis ini, Astika menyajikan beragam jenis kopi nusantara yang diracik sendiri. 

Astika memilih berjualan di pinggir jalan dengan harapan lebih mudah mendapatkan pelanggan.

Menyukai kopi

Astika memutuskan membuat usaha ini karena memang sangat menyukai kopi dan bersepeda.

"Saya suka kopi, saya suka meracik kopi, suka olahraga bersepeda juga," kata dia.

Ide ini juga didapatkan saat berselancar di dunia maya. Dia melihat bahwa usaha kopi di gerobak sepeda ini banyak ditemukan di Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan Denmark.

Modal usaha

Modal awal yang dihabiskan untuk membuka usaha ini sekitar Rp 8 juta.

Uang tersebut digunakan untuk modifikasi sepeda, kotak gerobak, peralatan meracik kopi seperti french press, V60, ketle atau teko leher angsa, manual grinder, dan kopi.

Ia menjual kopi nusantara seperti Arabika Pupuan, Flores, hingga Toraja.

Selama 20 hari berjualan, Astika mengaku bersyukur usahanya terus berkembang.

Kini dalam sehari, ia rata-rata menjual 20 hingga 25 cangkir kopi dengan harga Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per cangkir.

"Ya, astungkara (syukur) cukup untuk keluarga," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Jelang Vaksinasi, Bio Farma dan Telkom Bangun Infrastruktur Digital Vaksin Covid-19

Regional
Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Kapal Ikan China Rusak Kemudi di Natuna hingga Terapung-apung, Dievakuasi Bakamla

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Debat Pamungkas Pilkada Serang: Soal Pelayanan Publik, Ratu Tatu Punya 54 Aplikasi Berbasis Online, Nasrul Siapkan 326 Desa Digital

Regional
Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Disuruh Cuci Piring dan Diimingi Uang Rp 10.000, Murid SD Dicabuli Tetangga

Regional
Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Debat Pilkada Pematangsiantar, Paslon Tunggal Bicara Revitalisasi Posyandu hingga Rumah Adat

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Regional
Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Regional
Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Regional
'Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran'

"Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran"

Regional
Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Regional
Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X