Beredar Video Pedemo Berlindung di Masjid Universitas Jambi, Banyak yang Pingsan Akibat Gas Air Mata

Kompas.com - 21/10/2020, 10:29 WIB
Screenshot video para pedemo berlindung di masjid Universitas Jambi dan pengelola masjid melarang polisi masuk, pada Selasa (20/10/2020). Dok. ISTIMEWAScreenshot video para pedemo berlindung di masjid Universitas Jambi dan pengelola masjid melarang polisi masuk, pada Selasa (20/10/2020).

JAMBI, KOMPAS.com - Beredar video pengelola masjid Universitas Jambi larang polisi masuk area masjid, pada Selasa (20/10/2020).

Pelarangan pengelola masjid Ar Raudhah ini dilakukan saat banyak pedemo yang jatuh pingsan dan dibawa berlindung ke dalam masjid.

Ismet, salah satu pedemo yang sempat pingsan dan ditolong mahasiswa, membenarkan hal itu.

Sebelumnya Ismet melakukan demonstrasi yang terpisah dengan aliansi mahasiswa. Ismet tergabung dalam kelompok unjuk rasa bernama Gestur.

Sebelumnya, kelompok Gestur ini melakukan evaluasi terkait aksi teatrikal mereka di depan gedung DPRD Provinsi Jambi sebelumnya. Kemudian bergeser ke Universitas Jambi (Unja), di Kampus Telanai. 

"Kita mau evaluasi di Unja Telanai. Terus tiba-tiba ada polisi nembak gas air mata pakai motor. Lalu kami pindah ke UPTD," kata Ismet via WhatsApp, Rabu (21/10/2020) dini hari. 

Baca juga: Pencurian Tali Pocong di Makam Gemparkan Warga Jambi, Ditemukan Darah Ayam dan Uang Rp 7.000

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Polisi datang lalu tembakkan gas air mata

Tidak lama kemudian polisi kembali datang dari Simpang Bank Indonesia mengejar pedemo yang masih di Unja Telanai. Lalu mereka pindah ke masjid yang berada di sebelah Unja.

"Lalu kami pindah ke masjid. Tak lama kemudian ada bunyi tembakan gas air mata mengarah ke masjid. Di situ saya tidak sadar," katanya.

Ismet mengalami mata sakit, batuk hingga muntah.

"Pas sadar sudah di dalam masjid," katanya.

Baca juga: Kasus Positif Covid di Jambi Tembus 1.000 dan 21 Orang Meninggal

Pengelola minta mahasiswa masuk lalu kunci gerbang masjid

Saat itu pengelola masjid menyuruh mahasiswa mengunci pintu masuk masjid agar polisi tidak masuk.

Kondisi ini dibenarkan Irman salah seorang aktivis yang membantu evakuasi pedemo.

Dia mengatakan kejadian itu sekitar pukul 18.20, seusai azan magrib.

"Polisi masuk ke dalam Unja dan tembakan gas air mata sampai ke kampung-kampung. Letusan gas air mata itu sampai masuk ke dalam halaman masjid. Pas ketika jemaah yang ada anak-anak warga di sana baru selesai shalat," katanya saat dihubungi via pesan digital.

Pihak polisi minta maaf

Para pedemo berada di masjid sekitar 40 menit.

"Jadi pengelola masjid meminta semua mahasiswa yang ada di halaman untuk masuk dan menutup pintu gerbang. Dan pihak pengelola menyuruh mahasiswa yang berada di halaman untuk masuk segera masuk ke dalam masjid," ungkapnya.

Setelah semua mahasiswa masuk ke dalam masjid pintu dikunci. "Antisipasi kalau aparat masuk," katanya.

Beberapa mahasiswa yang pingsan dikabarkan ada yang kepalanya bocor terkena tembakan gas air mata.

Sebelumnya Kompas.com mengonfirmasi Kepolisian Resor Kota Jambi atas tindakan penembakan gas air mata ke demonstran dan pihak polisi pun meminta maaf.

"Kami minta maaf karena situasi dan kondisi. Selain itu ada tindakan anarkis dan motor polisi juga ada yang dibakar," kata Ipda Jefri Simamora selaku humas Polresta Jambi via telepon ke Kompas.com, Selasa. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X