Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Kompas.com - 20/10/2020, 20:52 WIB
Ilustrasi sekolah virtual untuk anak putus sekolah yang digagas Pemprov Jateng. DOK. Humas Pemprov JatengIlustrasi sekolah virtual untuk anak putus sekolah yang digagas Pemprov Jateng.

KOMPAS.com – Beberapa waktu silam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) merilis sekolah virtual guna menanggulangi anak putus sekolah.

Terobosan ini pada dasarnya menyediakan peserta didik setingkat SMA yang telah putus sekolah dan memilih bekerja dapat kembali mengikuti proses pendidikan tanpa keluar dari pekerjaan yang dijalani.

Salah seorang peserta didik kelas virtual SMAN 1, Kemusu Jhofan Fauzan Afandi mengatakan, dia senang bisa kembali meneruskan sekolah.

Setelah lulus SMP, Jhofan memilih bekerja jualan bakso di daerah Solo karena tidak punya biaya melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

"Tidak ada biaya, akhirnya jualan bakso di Solo. Tapi sekarang saya bisa sekolah lagi berkat Pak Gubernur Ganjar yang bikin sekolah virtual," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Jawa Tengah Rintis Sekolah Virtual untuk Perluas Akses Pendidikan Anak Kurang Mampu

Meski sekolah lagi, Jhofan masih bisa bekerja menjual baksonya. Bahkan, dia tetap semangat dan bercita-cita menjadi dosen.

"Sekolah sambil jualan bakso. Kalau cita-cita, saya ingin menjadi dosen," tandasnya.

Sementara itu, seorang guru pengampu kelas virtual SMAN 1 Kemusu, Boyolali, Warto menuturkan, pembelajaran di kelas virtual dilakukan secara daring dengan sistem yang telah disediakan.

Dengan sistem online yang disediakan itu, lanjutnya, guru dapat mengirim materi pembelajaran baik video, teks, maupun power point kepada peserta didik.

“Nanti peserta didik bisa membukanya kapan waktu, dalam sehari itu," ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Pakar Pendidikan Puji Program Sekolah Virtual Ganjar Pranowo

Warto menambahkan, peserta didik kelas virtual memang dari latar belakang anak yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan sekolah karena persoalan ekonomi.

Dengan begitu, mereka mayoritas sudah bekerja. Bahkan sebagian lagi berada di luar kota.

"Jadi, mereka itu dibekali ponsel dan tata cara menggunakannya untuk pembelajaran daring. Kelas ini tidak mengganggu kerja mereka, karena pelajaran bisa dibuka kapan saja lewat sistem itu," lanjutnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kelas Virtual SMAN 1 Kemusu, Boyolali, Marsiyono menuturkan, kurikulum yang diterapkan pada kelas virtual disesuaikan dengan kondisi siswa.

Sistem tersebut, yakni melalui sistem daring dengan learning management system (LMS). Di dalam sistem tersebut, pihaknya membentuk kelas dengan Microsoft Team.

Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Belajar dari Rumah, Kelas Pintar Sajikan Sekolah Virtual

"Di situ peserta didik melalui akun Jateng Pintar akan terdaftar di kelas virtual," paparnya, Selasa (20/10/2020).

Lebih lanjut, Marsiyono mengatakan, pembentukan Satgas Kelas Virtual di sekolahnya berfungsi mempersiapkan sumber daya pendidik, sarana dan prasarana, hingga perekrutan peserta didik.

Saat ini, terdapat sekitar 16 guru yang disiapkan sesuai jumlah mata pelajaran yang dibutuhkan. Mereka juga sudah dibekali cara menggunakan sistem daring tersebut.

“Sarana dan prasarana juga sudah kami siapkan dan siswa sudah diberi handphone," papar Marsiyono.

Baca juga: Kasus Covid-19 Dinilai Terkendali, 3 Sekolah di Banyumas Uji Coba Belajar Tatap Muka

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya