Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Kompas.com - 20/10/2020, 20:32 WIB
Riska Farasonalia,
Dony Aprian

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan dan petugas lapangan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia akan mulai menerima kiriman vaksin pada bulan November 2020.

Rencananya, pemberian vaksinasi akan dilakukan secara bertahap mulai bulan November dan Desember mendatang.

"Alokasinya kita belum banyak, tahap pertama itu belum sampai ribuan, masih sekitar ratusan. Beberapa sampel yang didapat itu, akan kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Ganjar menambahkan, Jawa Tengah akan mendapatkan kuota vaksin sebanyak 2,5 juta.

"Tahap berikutnya baru agak banyak, mungkin bisa jutaan. Kalau tidak salah sekitar 2,5 juta vaksin. Kalau bulan depan sudah dimulai, ya mungkin November sampai Desember tahun ini," jelasnya.

Selain tenaga kesehatan, katad dia, pihaknya akan memprioritaskan pemberian vaksin kepada petugas lapangan seperti TNI/Polri dan Satpol PP.

Sebab, mereka dianggap memiliki risiko tinggi bertugas di lapangan.

"Atau juga pada masyarakat yang tiap hari menjalankan kegiatan di tempat terbuka. Misalnya pasar, angkutan dan lainnya. Saya kira, mereka perlu mendapat prioritas," jelasnya.

Baca juga: Ganjar Sebut Klaster Pesantren Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Jateng

Dia menegaskan, pemerintah sedang berusaha sekuat tenaga dalam rangka program vaksinasi ini.

Pemerintah telah mencari beberapa sumber vaksin dari berbagai negara dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan.

"Syukur akan muncul dari dalam negeri, sehingga bisa memenuhi. Mungkin vaksinnya itu tidak hanya satu, tapi beragam tergantung kapasitas dan kemampuan. Saya kira pemerintah sudah memikirkan jumlahnya itu," jelasnya.

Meski program vaksinasi segera dilakukan pemerintah, Ganjar meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Masyarakat tetap boleh bekerja, keluar rumah, tapi harus menerapkan protokol kesehatan itu. Kalau itu dilakukan, maka cara itu yang bisa mengamankan diri," tegasnya.

Selain itu, ia berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Saya baru saja mendapat laporan di Solo, ada satu keluarga yang positif merasa disingkirkan. Tolong jangan ada stigmatisasi pada mereka, mereka butuh pertolongan, bukan diasingkan," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com