Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Kompas.com - 20/10/2020, 19:39 WIB
SAMPAH—Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing menemukan banyak tumpukan sampah di aliran sungai piring Kabupaten Madiun, Selasa (20/10/2020). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWISAMPAH—Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing menemukan banyak tumpukan sampah di aliran sungai piring Kabupaten Madiun, Selasa (20/10/2020).

KOMPAS.com - Jelang musim penghujan, Bupati Madiun Ahmad Dawami bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyusuri sungai yang biasanya menjadi langganan banjir, Selasa (20/10/2020).

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini menyusuri jalur sungai dimulai dari Desa Tempursari, Sendangrejo, Dimong, Kebonagung, Glonggong, dan berakhir di pintu 12 Balerejo dengan mengendarai motor trail.

Baca juga: Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Selama perjalanan, Kaji Mbing menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga yang sengaja dibuang ke sungai.

Dari sekian jenis sampah itu, sampah yang paling banyak adalah popok bayi.

Dia menyebut mitos bayi suleten atau mengalami infeksi kulit (impetigo) menjadi alasan masih banyak warga yang membuang popok bayi ke sungai.

"Karena masih banyak masyarakat yang percaya dengan mitos. Mereka takut bayi mereka suleten (impetigo) bila popok bayi bekas itu dibakar," kata Kaji Mbing, dikutip dari Tribunjatim, Selasa.

Baca juga: Bermodal Rp 25.000, Dedek Kini Miliki Kebun Anggrek Ribuan Meter hingga Dikenal di Jepang

Kaji Mbing rencananya akan membuat regulasi untuk mendisiplinkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

Penanganan sampah harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah desa dan daerah.

"Kami akan mengkaji terkait TPS yang ada di desa itu kewenangan desa atau pemerintah daerah, khusunya TPS di tempat-tempat umum, dan yang terpenting masyarakatnya harus disiplin," jelasnya.

 

Sebagai langkah awal untuk menangani permasalahan sampah di sungai, bupati akan membuat surat edaran agar seluruh warga yang tinggal di sekitar sungai melakukan kerja bakti membersihkan sungai.

"Secepatnya saya akan membuat surat edaran agar masyarakat, pemerintah, TNI/Polri melakukan kerja bakti pembersihan sungai, baik itu sungai kecil maupun besar," pungkasnya.

Adapun Pemkab Madiun juga sudah melakukan normalisasi sejak awal tahun 2020 hingga Oktober untuk membersihkan sedimen di sungai.

"Untuk perbaikan juga sudah kami lakukan, kami sudah siapkan semaksimal mungkin untuk penanganan banjir," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul: Masih Percaya Mitos Bayi Suleten Jadi Alasan Warga Madiun Buang Popok Bekas ke Sungai



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X