Kompas.com - 19/10/2020, 17:32 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo. KOMPAS.com/Tresno SetiadiWakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

TEGAL, KOMPAS.com- Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo mengeklaim tidak ada klaster penularan Covid-19 dari konser dangdut yang digelar saat acara pernikahan anaknya. 

Pernyataan itu dilontarkan Wasmad setelah tes cepat dan tes usap massal terhadap 99 orang yang menghadiri hajatan itu pemeriksaannya selesai.

"Alhamdulillah, dari 99 orang yang mengikuti tes massal, hasilnya nonreaktif atau negatif Covid-19," kata Wasmad saat konferensi pers di Gedung DPRD Kota Tegal, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Konser Dangdut, Begini Respons Ketua DPRD Tegal

Seperti diketahui, Wasmad ditetapkan tersangka seusai menggelar konser dangdut di tengah pandemi pada 23 September lalu.

Dia dianggap melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Wasmad mengatakan, seusai hajatan dengan hiburan konser dangdut, baik dirinya, keluarga, panitia, warga sekitar, maupun tamu undangan mengikuti tes Covid-19 secara bertahap.

"Hasilnya keseluruhan sudah disampaikan Dinkes. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Usai hajatan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," kata Wasmad.

Baca juga: Jalani Swab Usai Gelar Konser Dangdut, Wakil Ketua DPRD Tegal Negatif Covid-19

Dengan hasil tes dan screening yang menyatakan negatif Covid-19, diharapkan bisa meredam kekhawatiran publik.

Dia mengeklaim tidak ada penyebaran Covid-19 saat pergelaran konser dangdut.

"Dampak hajatan tidak ada satu pun yang kena Covid, alhamdulillah semua aman. Termasuk lingkungan juga tidak ada. Ini perlu kita syukuri dan ke depan mari disiplin prokes yang wajib hukumnya," kata Wasmad.

Meski demikian, Wasmad mengaku menyesal dan sudah menyampaikan permohonan maaf ke publik.

Ke depan, berbagai acara yang melibatkan orang banyak akan lebih selektif lagi.

"Meskipun sejak awal hingga jalannya acara protokol kesehatan sudah kami laksanakan secara ketat. Bahkan tidak ada salam-salaman saat hajatan," pungkasnya.

Seperti diketahui, seusai pergelaran konser dangdut 23 September lalu, Wasmad ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Gelar Dangdut Saat Pandemi, Wakil Ketua DPRD Tegal Minta Maaf ke Jokowi

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal ini dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman satu tahun penjara.

Proses hukumnya saat ini sedang ditangani Kejaksaan Tingggi Jawa Tengah.

Wasmad dikenakan wajib lapor ke Mapolda Jawa Tengah hingga menunggu proses ke persidangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X