Limbah "Rapid Test" Dibuang ke Sungai, Pelaku Akan Diberi Sanksi

Kompas.com - 19/10/2020, 15:37 WIB
Limbah medis yang berisi alat rapid tes dibuang ke sungai kawasan Jalan Padang Tebung, menuju Desa Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Kamis (15/10/2020). HANDOUTLimbah medis yang berisi alat rapid tes dibuang ke sungai kawasan Jalan Padang Tebung, menuju Desa Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Kamis (15/10/2020).

 

PAGARALAM, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, Sumatera Selatan, angkat bicara terkait penemuan limbah medis berupa suntikan dan alat rapid test bekas yang dibuang ke sungai di kawasan Jalan Padang Tebung, menuju Desa Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara pada Kamis (15/10/2020). 

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pagaralam Samsul Bahri Burlian mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan polisi terkait kasus pembuangan limbah medis itu. 

Setelah hasil pemeriksaan keluar, Pemkot Pagaralam akan mengambil tindakan tegas bagi tenaga medis yang ketahuan membuang sampah itu ke sungai. 

"Kita tunggu hasil pemeriksaan (polisi), jika terbukti bersalah akan diberikan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Samsul melalui pesan singkat, Senin (19/10/2020). 

Baca juga: Limbah Rapid Test Dibuang ke Sungai, 2 Petugas Medis Diperiksa Polisi

Samsul menjelaskan, semua sampah medis sebenarnya dibuang ke tempat khusus yang telah disiapkan. 

Menurut Samsul, semua puskesmas, klinik swasta dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Pagaralam telah mengadakan kesepahaman terkait pembuangan limbah medis di tempat khusus. 

"Seluruh limbah medis itu dikumpulkan di RSUD Besemeah, selanjutnya RSUD dengan pihak ketiga mengangkut (limbah medis) ke Jakarta dan memusnahkan sampah medis tersebut di Jakarta sesuai lokasi dengan kerja sama tersebut," jelas Samsul. 

Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sedang menyelidiki kasus limbah medis itu. 

Petugas telah memeriksa dua orang tenaga medis. 

"Kita pada intinya melakukan penyelidikan dari temuan dan ada yang dirugikan," jelas Dolly 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Regional
Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Regional
Setelah Terombang-ambing 12 Jam di Tengah Laut, 4 Nelayan Berhasil Diselamatkan, Ini Faktanya

Setelah Terombang-ambing 12 Jam di Tengah Laut, 4 Nelayan Berhasil Diselamatkan, Ini Faktanya

Regional
AirNav Bertukar Data Penerbangan dengan Filipina, Apa Manfaatnya?

AirNav Bertukar Data Penerbangan dengan Filipina, Apa Manfaatnya?

Regional
4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

Regional
15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X