Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19, Perkantoran Swasta di Solo Ditutup Sementara untuk Sterilisasi

Kompas.com - 19/10/2020, 15:03 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (19/10/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (19/10/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Perkantoran swasta yang bergerak di bidang jasa keuangan di Kelurahan Tipes, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah menjadi klaster baru penularan virus corona.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, telah menutup sementara operasional kantor tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Pihaknya juga telah mensterilkan area kantor tersebut dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan.

"Langsung di-lockdown. Tutup dulu (operasionalnya). Isolasi mandiri. Di sana disterilkan," kata Rudy di Solo, Jawa Tengah, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Kantor Bidang Telekomunikasi di Sleman Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Perkantoran swasta itu diketahui menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 setelah ada 13 orang karyawan terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

Ke-13 karyawan tersebut merupakan tracing kontak dari tiga karyawan positif Covid-19 sebelumnya yang juga masih satu kantor.

"13 orang yang positif Covid-19 ini tersebar di beberapa kelurahan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih.

Menurut Siti, 13 orang positif Covid-19 dari klaster perkantoran ini diketahui hasilnya pada Minggu (18/10/2020).

Mereka yang positif tersebut di antaranya ada dari Mojosongo, Nusukan, Purwosari, Joglo, Joyosuran, Panularan dan lainnya.

"Kita terus melakukan tracing kontak dari 13 orang positif Covid-19," ujar Siti.

Baca juga: Muncul 3 Klaster Baru di Kota Tegal, 35 Orang Positif Covid-19

Lurah Tipes, Suharudi menambahkan, awalnya ada satu karyawan di perkantoran swasta Kelurahan Tipes yang dinyatakan terinfeksi virus corona.

Setelah ditracing dan pemeriksaan swab terdapat penambahan dua orang positif Covid-19. Dari kontak dua orang positif Covid-19, ada 18 orang karyawan yang di-swab.

Dari 18 orang yang dilakukan pemeriksaan swab tersebut, hasilnya keluar ada 13 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

"Akhirnya semua ditracing. Kemarin di tes itu yang positif 13 orang dari 18 orang yang di-swab. Sehingga total ada 16 yang positif," terangnya.

Perkantoran swasta itu ditutup sementara untuk sterilisasi.

Penutupan perkantoran swasta berlangsung hingga karyawan yang positif dinyatakan sembuh dan tidak ada lagi yang tertular.

"Ditutup hari ini dan dilakukan penyemprotan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X