Di Balik Kisah Heroik Bocah 9 Tahun, Tewas Saat Bela Ibu Lawan Pemerkosa di Aceh

Kompas.com - 19/10/2020, 12:30 WIB
Ilustrasi Pembunuhan JITETIlustrasi Pembunuhan

 

KOMPAS.com - Kisah heroik R, bocah 9 tahun asal Kota Langsa, Aceh Timur, menjadi buah bibir masyarakat.

Rangga tewas mengenaskan di tangan Samsul (41), pria yang hendak memperkosa ibu kandungnya, D (28), di rumahnya di pedalaman Aceh Timur, pada Sabtu (10/10/2020).

Menurut polisi, usai menghabisi nyawa korban, Samsul membawa jasad bocah pemberani itu dan dibuang ke sungai.

Baca juga: Fakta Pembunuh Bocah dan Pemerkosa Ibu di Aceh, Tewas di Tahanan dan Melawan Saat Ditangkap

Lalu, saat ditemukan sungai Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireun Bayuen, Aceh Timur, pakaian korban masih lengkap. Namun, tubuhnya penuh dengan luka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sekujur tubuhnya penuh luka bacok. Mulai tangan, pundak, leher, rahang, bahu, dada, jari dan lainnya. Sungguh memilukan,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmono.

Pemakaman tak dihadiri orangtua

Seperti diberitakan sebelumnya, korban lalu dimakamkan di TPU setempat.

Namun, ibu korban dan ayah tak bisa menemani kepergian R. Sang ibu hari menjalani perawatan di rumah sakit di Langka ditemani sang ayah.

Rangga, bocah pemberani itu tewas saat membela ibunya yang hendak diperkosa Samsul.

Saat itu, sang ayah baru pergi memancing. Samsul ternyata menyelinap di kamar D dan hendak memperkosa.

Baca juga: Kisah Bocah Pemberani di Aceh Timur, Tewas Saat Bela Ibu Lawan Pemerkosa...

Rangga yang diduga mendengar keributan itu pun bangun dan segera membantu D melawan Samsul.

“Setelah membacok korban, pelaku langsung lari. Bahkan membawa anak korban,” kata Arief.

 

Tewas di sel karena sesak napas

Polisi segera bertindak memburu Samsul. Pada hari Minggu (11/10/20200, Samsul akhirnya ditangkap polisi di lapangan Sepakbola Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Bireun, sekitar pukul 09.10 WIB.

Samsul pun terpaksa dihadiahi timah panas tiga kali karena mencoba melawan petugas. Setelah dilumpuhkan, Samsul pun ditahan dan diperiksa intensif oleh petugas.

Selang sepekan, menurut Arief, Samsul mengeluh sesak napas. Polisi segera melarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan infus.

Baca juga: Samsul, Pria yang Bunuh Bocah Saat Bela Ibunya Diperkosa, Tewas di Tahanan

“Dia Sabtu dini hari mengeluh sesak nafas. Suhu tubuhnya 36,7 derajat, tensinya 97 persen dan diberi infus selama satu malam. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Langsa,” kata Arief, Minggu.

Setelah itu, Samsul diizinkan kembali ke sel. Namun, Samsul ternyata kembali alami sesak nafas.

Polisi pun membawa kembali Samsul ke rumah sakit. Kali ini, nasib berkata lain. Samsul meregang nyawa

“Dokter menyatakan meninggal dunia. Jadi, jenazahnya sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," pungkas Arief.

(Penulis: Kontributor Lhokseumawe, Masriadi | Editor: Farid Assifa)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X