Bertahan di Masa Pandemi dengan Tanam Palawija, Ishak Raih Omzet Rp 15 Juta

Kompas.com - 18/10/2020, 21:51 WIB
Ishak Habba Lewa sedang berada di lahan miliknya di Desa Rajaka, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10/2020). KOMPAS.com/IGNASIUS SARAIshak Habba Lewa sedang berada di lahan miliknya di Desa Rajaka, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10/2020).

RAJAKA, KOMPAS.com - Ishak Habba Lewa (39) sesekali merapikan buah pare di lahan miliknya di Desa Rajaka, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada juga terong ungu, cabai rawit, kacang panjang, mentimun, dan buncis di lokasi itu. Tampak sejumlah tanaman tersebut sudah siap untuk dipanen.

Ishak mengisahkan, awalnya lokasi tersebut merupakan lahan kering. Kemudian ia mengolah dan membudidayakan tanaman palawija di lahan itu pada Agustus 2019.

Ia mendapatkan keuntungan puluhan juta rupiah dari hasil panen pada Desember 2019 dan April 2020.

Baca juga: Ini Perubahan yang Dilakukan Seniman di Masa Pandemi

Sementara itu, omzet Rp 15 juta ia raup saat panen di masa pandemi Covid-19 pada Agustus 2020.

"Ada Rp 10 juta, itu sekitar 500 pohon saja. Itu khusus pare. Kalau yang terong itu Rp 5 juta," kata Ishak kepada Kompas.com di Wedimu, Jumat (16/10/2020) sore.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ishak memilih pare dan terong ungu karena usia kedua tanaman tersebut hanya 50 hari. Hal itu terhitung sejak ditanam hingga panen.

Ada pun uang hasil jualan tersebut digunakan untuk biaya perkuliahan anak sulungnya dan keperluan keluarga.

Ia mengatakan, uang gaji dan tunjangannya sebagai bendahara desa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Apalagi gaji tersebut diterima sekali dalam 4 hingga 5 bulan.

"Kan kalau harap di desa saja, empat bulan, lima bulan baru terima honor. Jadi kita kerja bertani begini," ujar Ishak.

Baca juga: Cerita GH Universal Hotel Pertahankan Semua Pegawai di Masa Pandemi, Sempat Tutup 50 Hari hingga Jualan Ketupat

Ia memprediksi akan meraup keuntungan sebesar Rp 35 juta dalam panen kali ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X