Cerita Kembar Trena Trini Terpisah 20 Tahun karena Konflik Ambon, Bertemu gara-gara TikTok

Kompas.com - 18/10/2020, 13:05 WIB
Kembar Trena Treni terpisah 20 tahun dan dipertemukan lewat TikTok. Kembar Trena Treni terpisah 20 tahun dan dipertemukan lewat TikTok.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Treni Fitri Yana terpisah dengan kembarannya Trena Mustika dan keluarga besarnya saat konflik Ambon tahun 1999.

Setelah 20 tahun terpisah, Trena dan Treni bertemu tak sengaja di aplikasi TikTok pada Selasa (14/10/2020) lalu.

Treni terlahir dengan nama Elis Treni Mustika dan kembarannya bernama Elis Trena Mustika. Keluarga Trena dan Treni adalah transmigran dari Jawa yang tinggal di Ambon.

Saat di Ambon, orangtua mereka harus pulang mengurus keluarga di kampung halaman. Mereka pun menitipkan Trena dan Treni yang berusia 2 tahun di dua keluarga yang berbeda.

Baca juga: Terpisah 20 Tahun, Kembar Trena Treni Kembali Bertemu karena TikTok


Saat itu orangtua asuh Treni izin mengganti nama Ekis Treni Mustika menjadi Treni Fitri Yana.

Pada tahun 1999, terjadi kerusuhan Ambon. Oleh keluarga angkatnya, Trena dibawa ke Tasikmalaya dan bertemu kembali dengan orangtua kandungnya.

Sementara Treni dibawa pulang orangtua angkatnya ke Blitar. Setelah itu dua keluarga tersebut lost contact.

"Setelah saya dibawa ke Blitar, orangtua asuh lost contact dengan orangtua kandung, dari dulu dan baru ketemu sekarang," ungkap Treni dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (16/10/2020) malam.

Baca juga: Pengakuan Treni, Temukan Saudara Kembar yang Terpisah 20 Tahun: Syok, Badan Panas Dingin

Treni tak tahu jika memiliki saudara kembar

Ilustrasi saudarakiankhoon Ilustrasi saudara
Setelah dibawa ke Blitar, Treni tak diberitahu oleh keluarga angkatnya jika ia memiliki saudara kembar karena takut kehilangan Treni.

"Karena ibu saya namanya juga tidak punya anak cewek dan tidak mau kehilangan, makanya menyimpan rahasia ini dengan rapat," ungkap Treni

Hal berbeda dengan Trena yang sejak kecil sudah diberi tahu jika ia memiliki saudara kembar.

Baca juga: Termakan Isu Hoaks, Massa Tangkap 2 Pemuda Kembar yang Hendak Berobat, Dikira Akan Tusuk Ustaz

Saat itu Trena berusaha mencari saudara kembarnya melalui YouYube, media sosial, bahkan TV nasional.

Namun usaha Trena tak membuahkan hasil. Saudara kembar tersebut malah dipertemukan tak sengaja di TikTok.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Regional
Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

Regional
Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Regional
Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Regional
4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

Regional
Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Regional
Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Regional
Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Regional
Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Regional
Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Regional
Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X