Video Viral Demonstran Hina Polisi Saat Unjuk Rasa, Pelaku Ditangkap dan Dijerat Pasal Berlapis

Kompas.com - 18/10/2020, 12:01 WIB
Dua petugas polisi mengawal tersangka RRM di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020). DOK POLRES SUKABUMI KOTADua petugas polisi mengawal tersangka RRM di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Rekaman video yang memperlihatkan seorang demonstran menghina polisi saat mengikuti aksi unjuk rasa di Patung Kuda Jakarta pada Selasa (13/10/2020) lalu viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang demonstran terlihat berulang kali menghina polisi dengan kata-kata kasar.

"Dalam swavideo itu, tersangka mengatakan ' polisi a****g' secara berulang-ulang sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya," kata Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Sabtu (17/10/2020).

Menindaklanjuti video viral itu, polisi langsung turun tangan dan melakukan penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, pelaku akhirnya berhasil diamankan.

Baca juga: Pembuat Video Hina Polisi Saat Demo di Jakarta Ditangkap

Demonstran tersebut diketahui berprofesi sebagai seorang buruh lepas berinisial RRM (28) warga Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia diamankan di rumahnya bersama beberapa saksi dan barang bukti satu unit ponsel yang digunakan untuk merekam.

Belum diketahui motif pelaku melakukan tindakan tersebut.

Namun, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku sudah mengakui perbuatannya. Video yang berisi ujaran kebencian itu awalnya hanya disebarkan kepada teman-temannya di Sukabumi.

"Tersangka juga mengakui perbuatannya, dan saat ini kasusnya ditangani Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," tutur Sumarni.

Baca juga: Dukung Penolakan Omnibus Law, Bupati Bogor: Saya Memilih Berpihak kepada Rakyat

Atas perbuatan yang dilakukan, pelaku terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tersangka dapat diancam paling lama enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar," tandasnya.

Penulis : Kontributor Sukabumi, Budiyanto | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X