Limbah Kayu Jadi Wayang Seharga Jutaan Rupiah di Tangan Joko, Warga Belanda sampai Terpikat

Kompas.com - 18/10/2020, 11:35 WIB
Joko Suwiono, warga asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyulap limbah kayu menjadi karya seni wayang kayu yang menarik. Peminat wayang kayu buatan Joko mulai dari lokal hingga luar negeri. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIJoko Suwiono, warga asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyulap limbah kayu menjadi karya seni wayang kayu yang menarik. Peminat wayang kayu buatan Joko mulai dari lokal hingga luar negeri.

MADIUN, KOMPAS.com - Limbah kayu yang dianggap sebagian orang hanya untuk kayu bakar, menjadi spesial di tangan Joko Suwiono, warga asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Pria ini mampu menyulap limbah kayu menjadi kerajinan wayang yang bernilai ekonomis tinggi.

Bahkan kerajinan wayang buatan Joko sudah mendunia.

Baca juga: Kisah Azhar Tinggalkan Perusahaan Telekomunikasi demi Jualan Tas Keranjang Pasar, Omzetnya Menggiurkan

Joko menceritakan awal mulai menekuni usaha wayang kayu. Awal tahun 2018, Joko melihat banyak limbah kayu di sekitar lingkungannya.

Berbekal ilmu seni kriya yang dimiliki, Joko mulai tertarik mengubah limbah kayu menjadi barang yang dapat menghasilkan uang.

Baca juga: Cerita Bripka Heidi Sukses Jadi Peternak Lele, Terinspirasi Tekuni Bisnis Setelah Tilang Seorang Pengendara

Tak berapa lama, Joko memiliki ide membuat wayang. Tak disangka wayang buatanya diminati warga.

“Waktu itu saya pertama kali membuat wayang menggunakan kayu bekas kotak buah. Setelah itu saya putuskan untuk mengembangkan usaha pembuatan wayang kayu dan berbagai suvenir dengan bahan limbah kayu,” ungkap Joko saat berbincang dengan Kompas.com, pekan lalu.

Baca juga: Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Kini Rian Sukses Beternak Cacing dengan Omzet Jutaan Rupiah

Selain membuat wayang, Joko dibantu anak dan istrinya juga mengembangkan kerajinan gantungan kunci, jam dinding, hingga hiasan rumah. Temanya pun tetap sama yakni wayang.

Joko dibantu istrinya memasarkan kerajinan yang mereka buat melalui pameran, serta media sosial Facebook dan Instagram dengan nama akun Omah Craft Kinarya.

Joko menjual satu wayang kayu dengan harga bervariasi. Besar kecilnya harga tergantung dari ukuran wayang.

Untuk wayang kayu seukuran gantungan kunci dibanderol dengan harga Rp 10.000. Sementara wayang kayu dengan ukuran besar bisa dijual hingga mencapai Rp 3 juta.

Joko Suwiono, warga asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyulap limbah kayu menjadi karya seni wayang kayu yang menarik. Peminat wayang kayu buatan Joko mulai dari lokal hingga luar negeri.KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Joko Suwiono, warga asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyulap limbah kayu menjadi karya seni wayang kayu yang menarik. Peminat wayang kayu buatan Joko mulai dari lokal hingga luar negeri.

Hasil kerja keras Joko menuai hasil. Wayang kayu buatannya diminati banyak orang mulai dari warga lokal hingga luar negeri.

Dia mulai mengekspor wayang kayu itu ke Singapura, Brunei, Belanda, hingga Australia. Joko juga pernah memamerkan karya seninya di Jepang, Thailand, Taiwan hingga Cina.

Kualitas

Joko mengatakan, saat awal pandemi Covid-19, usahanya sempat sepi peminat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X