Pembuat Video Hina Polisi Saat Demo di Jakarta Ditangkap

Kompas.com - 17/10/2020, 17:25 WIB
Dua petugas polisi mengawal tersangka RRM di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020). DOK POLRES SUKABUMI KOTADua petugas polisi mengawal tersangka RRM di Polres Sukabumi Kota, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Polres Sukabumi Kota menangkap RRM (28), pembuat video yang diduga berisi ujaran kebenciaan terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Video yang dibuat warga Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi saat ikut serta demonstrasi di Patung Kuda Jakarta, Selasa (13/10/2020) sempat viral pada media sosial (medsos).

''Dalam swavideo itu, tersangka mengatakan ' polisi a****g' secara berulang-ulang sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya,'' kata Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Sumarni dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Fakta Video Mobil Polisi Kawal 3 Pria Joging di Bali, Jadi Viral hingga Diperiksa Propam

Dia menuturkan video dugaan ujaran kebencian kepada polisi itu viral di media sosial setelah dibagikan tersangka kepada teman-temannya di Sukabumi.

Berdasarkan video viral itu, Polres Sukabumi Kota menyelidiki. Akhirnya, pembuat video yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas berhasil ditangkap di rumahnya bersama beberapa saksi.

''Tersangka juga mengakui perbuatannya, dan saat ini kasusnya ditangani Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,'' tutur Sumarni.

Polisi telah menyita barang bukti dari tersangka RRM yaitu satu unit handphone yang digunakan tersangka untuk membuat video dan menyebarkan video.

Baca juga: Video Viral Mobil Polisi Kawal 3 Orang yang Joging di Jalan Raya, Ini Penjelasan Polda Bali

Atas perbuatannya, lanjut Sumarni, tersangka RRM dapat dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

''Tersangka dapat diancam paling lama enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar,'' kata Sumarni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X