Depresi Setelah Melahirkan dan Dipisahkan dengan Bayinya, Mariana Tewas Makan Racun Tikus

Kompas.com - 17/10/2020, 16:17 WIB
Ilustrasi bayi KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi bayi
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Mariana (29) seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo tewas setelah makan racun tikus pada Kamis (15/10/2020).

Ia diduga depresi setelah melahirkan dan dipisahkan dengan anak serta suaminya.

Mariana adalah seorang mantan tenaga kerja wanita. Dua tahun lalu ia pulang dan menikah.

Setelah melahirkan, Mariana depresi. Karena khawatir dengan kondisi Mariana, bayi yang baru dilahirkan Mariana dibawa ke rumah mertuanya.

Baca juga: Diduga Stres, Seorang Ibu Tewas Setelah Makan Racun Tikus

Saat Mariana depresi, sang suami bekerja di luar negeri.

“Korban ini sebelumnya juga pernah bekerja sebagai TKI di luar negeri. Setelah korban pulang kemudian menikah dua tahun yang lalu. Namun setelah melahirkan, korban mengalami stres,” kata Kapolsek Bungkap AKP Joko Suseno Joko saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Sebelum ditemukan tewas, Mariana sempat keluar rumah menggunakan motor pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia kemudian pulang dan langsung masuk ke dalam kamar.

Kamis siang, ibu korban Tukiyem (65) melihat anak perempuannya kejang dengan mata melotot.

Baca juga: Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Tukiyem pun berteriak meminta tolong. Oleh sang ayah, Mariana sempat diberi minum air kelapa.

“Korban sempat diberi air kelapa namun malah muntah-muntah dan mengeluarkan busa dari mulut,” jelas Joko.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X