Mahasiswa Mengaku Ditembak Peluru Karet Saat Demo, Kapolres Baubau: Tidak Ada Bekas luka Tembak

Kompas.com - 17/10/2020, 13:13 WIB
Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, memperlihatkan baju jas almamater yang dikenakan mahasiswa yang tidak tersobek pada lengan kiri baju tersebut. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEKapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, memperlihatkan baju jas almamater yang dikenakan mahasiswa yang tidak tersobek pada lengan kiri baju tersebut.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Nur Sya'ban Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum Unidayan mengaku dianiaya dengan senjata api saat aksi massa di Kantor DPRD Baubau pada Jumat (9/10/2020).

Ia disebut mengalami luka di lengan bagian kiri karena diduga terkena tembakan senjata api atau peluru karet.

Sebagai tim kuasa hukum korban, LBH Pospera telah resmi melaporkan dugaan penganiayaan dengan senjata api ke Mapolres Kota Baubau.

Laporan Polisi Nomor :LP/413/X/RES.7.4/2020/RES.BAU-BAU telah dimasukkan pada tanggal 14 Oktober 2020.

Baca juga: Polres Baubau Bantah Tembak Mahasiswa Saat Demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD

Kapolres sebut tak ada bekas luka tembak

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Candra Tangkari membantah jika anggotanya melakukan penembakan senjata api atau peluru karet kepada massa.

“Dugaan bahwa luka tersebut adalah bekas luka tembak atau peluru karet, sama sekali tidak benar. Tidak benar,” kata Rio saat konferensi pers di kantornya pada Jumat (16/10/2020).

Ia kemudian menujukkan sejumlah foto saat pemeriksaan senjata yang dipegang anggota polisi sebelum pengamanan unjuk rasa di Kantor DPRD Baubau.

Dari hasil penyelidikan, ia memastikan tidak ada satu pun bukti yang menguatkan jika ada penggunaan senjata api atau peluru karet saat pengamanan aksi demo.

Saat itu Rio juga memperlihatkan almamater mahasiswa yang masih utuh dan terlihat tak ada sobekan di bagian lengan kiri baju itu

Baca juga: Demo Tolak Omnibus Law di Baubau Ricuh, 1 Mobil Dibakar dan 2 Mahasiswa Terluka

Dokter sebut kekerasan tumpul

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan gabungan mahasiswa Kota Baubau,Sulawesi Tenggara, di kantor DRPD Baubau ricuh, Jumat (9/10/2020). Satu unit mobil milik pemerintah daerah dibakar massa dan dua orang mahasiswa terluka serta satu anggota polri terluka kena lemparan batu.KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan gabungan mahasiswa Kota Baubau,Sulawesi Tenggara, di kantor DRPD Baubau ricuh, Jumat (9/10/2020). Satu unit mobil milik pemerintah daerah dibakar massa dan dua orang mahasiswa terluka serta satu anggota polri terluka kena lemparan batu.
Sementara itu dokter UGD RSUD Palagimata, dr Kenangan mengatakan luka akibat peluru ada dua yakni luka tembus dan luka tidak tembus.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X