Mabuk, Ayah Kandung Cekik Bayi 5 Bulan, Tubuh Korban Kaku Saat Diselamatkan Nenek

Kompas.com - 17/10/2020, 12:08 WIB
Ilustrasi bayi, ibu dan bayi ShutterstockIlustrasi bayi, ibu dan bayi
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bayi lima bulan berinisial R asal Makassar dicekik oleh ayah kandungnya yang mabuk pada Jumat (16/10/2020) malam.

Penganiayaan terjadi di rumah mereka di Jalan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Sang nenek, Ki yang mengetahui kejadian tersebut langsung menyelamatkan cucunya. Saat diselamatkan tubuh bayi R dalam kondisi kaku.

Baca juga: Bayi 5 Bulan di Makassar Diduga 2 Kali Dianiaya Ayah Kandung

Sang bayi kemudian dibawa ke rumah tetangga lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk visum dan mendapatkan perawatan.

Ki dan anaknya (ibu kandung bayi) kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Pas saya masuk ke rumah sudah luka merah di lehernya (bayi) dan kayak kaku. Jadi, saya bawa ke tetangga diobati di sana dan disusui," kata Ki, saat diwawancara wartawan, di Polsek Panakkukang, Sabtu (17/10/2020).

Ki juga bercerita jika bayi R pernah ditelantarkan ayah kandungnya sendiri di sebuah ruko saat masih berusia 3 bulan.

Baca juga: Bayi 5 Bulan di Makassar Diduga 2 Kali Dianiaya Ayah Kandung

Pelaku kabur setelah aniaya bayi

Sementara itu Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathurrahman mengatakan pelaku kabur usah menganiaya anaknya.

Menurutnya pelaku sudah dua kali menganiaya bayi R yakni saat berusia 3 bulan dan 5 bulan dengan cara mencekik leher korban.

"Informasinya bapaknya dalam keadaan mabuk," ujar Jamal.

Ia mengatakan bayi R sudah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara sekaligus untuk visum terhadap luka yang dialaminya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Himawan | Editor: Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X