Kronologi Seorang Paman Perkosa dan Bunuh Keponakan, Pelaku Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kompas.com - 16/10/2020, 20:49 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami gadis di bawah umur di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pasalnya, ia ditemukan tewas secara mengenaskan di rumahnya sendiri pada Kamis (15/10/2020) malam.

Ironisnya, pelaku tak lain adalah pamannya sendiri berinisial SP (40) yang merupakan seorang residivis kasus pencurian dan penganiayaan.

Dari pemeriksaan polisi, pelaku mengaku membunuh korban karena ingin merampas barang berharganya akibat terlilit utang.

Pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku mengetahui korban sendirian di rumah. Mengetahui hal itu, pelaku kemudian menyelinap masuk dan memaksa korban untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang milik ibunya.

Karena korban saat itu mengaku tidak tahu tempat persembunyiannya, oleh pelaku lalu diperkosa dan dicekik hingga tewas.

Baca juga: Gelap Mata Terlilit Utang, Paman Perkosa dan Bunuh Keponakan, Gasak 4 HP dan 1 Laptop

Usai melakukan aksi kejinya itu, pelaku lalu pergi dengan membawa kabur empat handphone dan satu laptop milik korban untuk dijual kepada rekannya.

Meninggal dengan tangan terikat

Malam harinya atau sekitar pukul 19.00 WIB, ibu korban yang pulang ke rumah usai bekerja sempat curiga, karena rumahnya terkunci dari dalam dan lampunya dalam keadaan mati.

Karena itu, sang ibu meminta tolong saudaranya untuk mendobrak pintu.

Saat masuk ke rumah, sang ibu terkejut karena mendapati putrinya sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X