Dekati Guru untuk Cegah Pelajar Ikut Demonstrasi, Polisi: Mereka Ikut Aksi karena Diajak...

Kompas.com - 16/10/2020, 14:39 WIB
Salah satu tokoh Agama di kabupaten Trenggalek menandatangai pernyataan sikap, terkait penolakan unjuk rasa yang bersifat anarkis, di Mapolres Trenggalek Jawa Timur, Jumat (16/10/2020). SLAMET WIDODOSalah satu tokoh Agama di kabupaten Trenggalek menandatangai pernyataan sikap, terkait penolakan unjuk rasa yang bersifat anarkis, di Mapolres Trenggalek Jawa Timur, Jumat (16/10/2020).

TRENGGALEK,KOMPAS.com – Polres Trenggalek mendekati para guru untuk mengantisipasi para pelajar mengikuti demonstrasi.

Sejumlah pelajar di berbagai daerah diketahui terlibat dalam demonstrasi UU Cipta Kerja yang digelar sejak pekan lalu.

“Sebelumnya kami sudah melakukan upaya antisipasi yakni melakukan pendekatan kepada guru sekolah. Diketahui, bahwa aksi di sejumlah daerah diikuti oleh para pelajar,” kata Doni Satria di Polres Trenggalek, Jumat (16/10/2020).

Doni menyayangkan aksi yang dilakukan sejumlah pelajar di berbagai daerah. Menurutnya, para pelajar tersebut tak mengetahui maksud dan tujuan aksi.

"Mereka ikut aksi karena diajak. Ini sebagai contoh kami, untuk melakukan imbauan ke anak-anak sekolah dan gurunya agar bisa meredam aksi-aksi yang bisa melibatkan siswa atau pelajar," Kata Doni.

Baca juga: Polisi: Pelajar yang Demo Tak Paham UU Cipta Kerja, hanya Ikut Ajakan di Medsos

Selain itu, Polres Trenggalek juga mengundang perwakilan pemuda dan tokoh agama untuk membahas perkembangan situasi kemanan dan ketertiban.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah tokoh pemuda dan agama menyatakan sikap menolak berbagai bentuk demokrasi yang berujuk kerusuhan dan perusakan usai rapat koordinasi di Polres Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (16/10/2020).

Sampai saat ini, belum ada demonstrasi yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Trenggalek.

Doni mengimbau, masyarakat yang hendak menggelar aksi bisa melakukannya dengan tertib.

"Kalau demo sesuai dengan undang-undang yang berlaku boleh. Namun kalau melakukan kegiatan di luar ketentuan berlaku, misalnya, merusak atau menyerang, dan mengganggu stabiltas keamanan akan ditindak," ujar Doni.

Sementara itu, salah tokoh pemuda Muhammadiyah Arifin mengatakan, demonstrasi merupakan hak warga negara. Demonstrasi harus digelar dengan tertib dan tak mengganggu masyarakat.

"Trenggalek ini kita tahu kondusif. Kalaupun ada demo, Insya Allah demonya tidak akan mengarah ke hal-hal yang berbau kekerasan," kata Arifin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X