4 Bulan Untung Rp 25 Juta, Ini Pengakuan Mahasiswa Penjual Pil Koplo yang Ditangkap Saat Berangkat Demo

Kompas.com - 16/10/2020, 11:44 WIB
Ungkap kasus pengedaran pil hexymer atau pil koplo di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINUngkap kasus pengedaran pil hexymer atau pil koplo di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020).

KOMPAS.com- Seorang mahasiswa di Kebumen, Jawa Tengah berinisial AJ ditangkap lantaran menjual pil hexymer atau pil koplo.

Polisi meringkus AJ ketika akan berangkat berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Baru 2 Bulan Menjabat, Kapolres Ini Langsung Dimutasi gara-gara Dilaporkan Istri

4 bulan untung Rp 25 juta

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang
Dalam penangkapan, polisi menyita 480 butir pil koplo dalam kemasan toples.

Menurut pengakuan AJ, ia telah berjualan pil koplo sejak empat bulan lalu.

"Kurang lebih saya jualan sejak bulan Juli 2020," kata tersangka.

Untuk setiap toples pil koplo yang dijualnya, AJ mendapatkan keuntungan Rp 5 juta.

Selama empat bulan itu, ia telah menjual sebanyak lima toples dengan total keuntungan Rp 25 juta.

"Sudah ada lima toples yang terjual kalau tidak salah," ujar dia.

Baca juga: Hendak Ikut Demo Omnibus Law, Mahasiswa Ditangkap karena Jualan Pil Koplo

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X