Kejari Takengon dan Satpol PP Laporkan Perempuan yang Mengaku Istri Jaksa Saat Terjaring Razia

Kompas.com - 15/10/2020, 21:43 WIB
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Sandy Sinurat SIK, saat diwawancara awak media, Kamis (15/10/2020). KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPKapolres Aceh Tengah, AKBP Sandy Sinurat SIK, saat diwawancara awak media, Kamis (15/10/2020).

TAKENGON, KOMPAS.com - Kasus seorang perempuan yang melawan petugas dengan membentak polisi dan petugas Satpol PP dan WH saat sebuah razia dilakukan di Takengon, Aceh Tengah, 13 Oktober lalu berbuntut panjang.

Sebab Kepala Satpol PP dan WH dan Kejari Takengon resmi melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Pengaduan Kasatpol PP dan WH atas dasar menghalangi petugas yang menjalankan penertiban protokol kesehatan selama Covid-19.

Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Takengon melaporkan perempuan itu karena dianggap telah membawa-bawa nama institusi kejaksaan.

Baca juga: Mengaku Istri Jaksa, Perempuan Pekerja Laundry Memarahi Polisi dan Menolak Rapid Tes Saat Razia Masker

Seperti dijelaskan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Sandy Sinurat SIK kepada awak media, Kamis (15/10/2020) sore, peristiwa itu terjadi saat Tim Satgas Covid-19 Aceh Tengah sedang berupaya menekan kasus positif Covid-19 di Aceh Tengah. 

Saat sedang mengadakan razia masker, petugas justru mendapat tantangan dari seorang perempuan di daerah itu, Selasa 13 Oktober lalu

"Saat sedang melakukan itu, ada seorang ibu yang melawan petugas, yaitu Satpol PP dan kepolisian. Yang bersangkutan tidak mau periksa oleh petugas," kata Sandy Sinurat.

Baca juga: Marahi Polisi dan Mengaku Istri Jaksa, Wanita Ini Ternyata Istri Advokat


Melawan petugas, menolak "rapid test"

Dijelaskan, selain melawan petugas, perempuan yang diketahui merupakan pemilik usaha laundry itu menolak rapid test di lokasi razia dengan alasan mengaku istri seorang jaksa.

Namun polisi sudah memastikan bahwa perempuan itu bukanlah istri seorang jaksa.

"Setelah kita pertanyakan lebih jelas lagi, ternyata yang bersangkutan bukan istri dari jaksa," ucap Sandy.

Karena alasan itu lanjut Sandy, pihaknya sudah menerima pengaduan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP danWH) Aceh Tengah, Syahrial, dengan kasus dugaan menghalangi aparat dalam melakukan tugas dilapangan.

"Kita sudah menindaklanjuti laporan itu, yang bersangkutan sudah kita amankan, dan kita sudah periksa. Berikutnya proses (pidana) akan berjalan," sebut Sandy Sinurat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X