Kompas.com - 15/10/2020, 21:02 WIB
Satgas Covid-19 Mebidang mencabut spanduk penutupan di salah satu tempat hiburan malam yang ditutup karena melanggar protokol kesehatan, Kamis (15/10/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutSatgas Covid-19 Mebidang mencabut spanduk penutupan di salah satu tempat hiburan malam yang ditutup karena melanggar protokol kesehatan, Kamis (15/10/2020)

MEDAN, KOMPAS.com – Satuan Tugas Covid-19 Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) mengultimatum pelaku usaha yang dinilai mengabaikan protokol kesehatan seperti membiarkan terjadinya kerumunan pengunjung dengan tidak mengatur jarak antar pelanggan yang hadir.

Penegasan itu disampaikan saat razia malam di sejumlah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Medan.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Mebidang Kolonel Azhar Muliyadi menyampaikan, kehadiran personel gabungan mulai TNI dan Polri, Satpol PP Kota Medan dan Sumut, Dinas Pariwisata Kota Medan, BPBD Sumut dan Humas Sumut dalam rangka menegakkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penularan dan munculnya klaster baru.

Baca juga: Polisi Ungkap Pengumpulan Dana melalui Grup WhatsApp KAMI Medan, Diduga untuk Logistik Unjuk Rasa

“Kami ingatkan lagi, pelaku usaha mengatur kursi dan mejanya agar tidak terlalu rapat. Posisi duduk tidak boleh berdekatan, minimal 1,5 meter,” kata Azhar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020). 

Beberapa tempat yang telah dirazia serta diberi peringatan masih terjadi kerumunan pengunjung.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran razia adalah Jalan TB Simatupang, Jalan Gaperta-Gaperta Ujung, Jalan Gagak Hitam dan Jalan Ngumban Surbakti. Tim juga menyisir sekitaran kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar dan Komplek Asia Mega Mas.

“Penegakan ini bukan mau melarang atau mengganggu usaha masyarakat, harus dipahami bersama, kita menjalankan peraturan dan menegakkan disiplin protokol kesehatan di masa pandemi. Jadi silakan buka usaha tetapi tolong jaraknya dijaga,” ucapnya.

Baca juga: Ini Peran Petinggi KAMI Medan hingga Akhirnya Diciduk Aparat

Azhar menegaskan, usaha yang melanggar ketentuan diberi teguran sebanyak dua kali. Jika tidak juga diindahkan, satgas akan menutup tempat usaha.

“Ini kursi sudah kami minta dikurangi. Kami akan datang lagi dan melihat apakah masih disiplin atau tidak. Jika melanggar lagi, kami cukup kasi dua kali teguran, ketiganya langsung tutup,” kata Azhar .

Selain memberi peringatan keras kepada para pelaku usaha, tim juga menyosialisasikan para pengunjung tentang pentingnya menjaga jarak interaksi.

Aturan ini berlaku untuk seluruh daerah, terutama yang berada di zona merah dengan tingkat penularan cukup tinggi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X