Kronologi Penyekapan Polisi di Bandung Versi KAMI Jabar, Relawan: Bukan Disekap, tapi Diselamatkan

Kompas.com - 15/10/2020, 14:01 WIB
Petugas tampak bersiap menghalau aksi anarkisme yang dilakukan pendemo tolak UU Cipta Kerja di Kota Bandung. aksi demo diwarnai kericuhan dan lemparan batu, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIPetugas tampak bersiap menghalau aksi anarkisme yang dilakukan pendemo tolak UU Cipta Kerja di Kota Bandung. aksi demo diwarnai kericuhan dan lemparan batu, Kamis (8/10/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah relawan Posko Kesehatan KAMI Jabar dipanggil sebagai saksi okeh Polda Jabar terkait kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan anggota Polri Brigadir A di salah satu rumah di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, polisi menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus penganiayaan dan penyekapan petugas ini.

Dari ketujuh orang tersangka itu, baru tiga orang yang ditahan di Mapolda Jabar, yakni berinisial DR, CH, dan DH. Sisanya tak ditahan lantaran masih diperiksa terkait peran mereka.

Brigadir A disebut disekap di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, ketika demo di Gedung DPRD dan Gedung Sate pecah.

Anggota yang menjadi korban penganiayaan tersebut mendapatkan luka di kepala, diduga dianiaya dengan sekop dan batu.

Baca juga: 7 Demonstran Jadi Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Polisi

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 170 dan 351 dengan ancaman di atas dari lima tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal itu, Presidium KAMI Jabar Sofyan Sjahril mengatakan bahwa yang dipanggil Polda Jabar sejak kemarin itu bukan atas nama KAMI, melainkan secara personal.

"Yang dipanggil itu diundang sebagai sebagai saksi oleh penyidik tapi personal orang yang melihat dan mendengar kasus pemukulan di posko kesehatan kemanusiaan. Jadi saksi-saksi ada personal bukan atas nama KAMI. Ada enam orang partisipasi rawat," kata Sofyan.

Kronologi kejadian versi KAMI Jabar

Sofyan menjelaskan, awalnya pada tanggal 8 Oktober 2020, berdasarkan kesepakatan bahwa posko kesehatan dan konsumsi akan ditempatkan di atas bus mini yang diparkirkan di depan gedung Pasca Sarjana Ekonomi Unpad di Jalan Hayam Wuruk. Posko ini akan siaga dari pukul 11.00 WIB.

"Namun, dengan beberapa pertimbangan serta ada kesediaan dari salah satu anggota Komite Jaringan bahwa ada temannya yang bersedia meminjamkan garasi dan pekarangannya di Jalan Sultan Agung Nomor 12 (SA 12). Pada jam 14.00, logistik yang terdiri dari alat kesehatan dan minuman langsung didrop ke lokasi," ucapnya.

Pada pukul 14.00 WIB, lanjutnya, para relawan dari berbagai simpatisan komunitas berdatangan untuk ikut membantu di berbagai bidang disertai dengan dua orang dokter dan beberapa ibu dari tenaga medis.

Hingga pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB, kondisi dalam keadaan aman dan lancar. Para relawan membagikan konsumsi di rumah tersebut.

Sampai waktu shalat magrib, para relawan melakukan shalat berjemaah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X